Tahapan-tahapan yang Dihadapi saat Berusia 25-35 tahun

    Kumara Anggita - 27 Februari 2020 15:08 WIB
    Tahapan-tahapan yang Dihadapi saat Berusia 25-35 tahun
    Usia 25-35 adalah usia di mana seseorang mencari intimacy atau kedekatan dari lingkungan sekitarnya. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Banyak tahapan yang terjadi dan tidak disadari oleh orang berusia 25-35 tahun. Tahapan-tahapan tersebutlah yang membuat orang bertahan dan membentuk mereka menjadi orang dewasa yang memiliki karakter tertentu.

    Kira-kira hal macam apa yang terjadi di usia tersebut?

    Berikut penjelasannya oleh Psikolog Klinis Dewasa, Cynthia Eveline, M.Psi, Psikolog
    dari Puskesmas Kecamatan Duren Sawit

    Mencari kedekatan

    Usia 25-35 adalah usia di mana seseorang mencari intimacy atau kedekatan dari lingkungan sekitarnya. Mungkin ada yang mencari pasangan, ingin memiliki pertemanan mendalam, menjadi bagian dari suatu komunitas dan masih banyak lagi. Bila kebutuhan ini tak terpenuhi, seseorang akan merasa terasing.

    “Perempuan atau laki-laki di usia dewasa awal sama-sama punya tugas untuk memiliki intimacy. Ini bukan hanya dari satu orang ke orang lain tapi bisa juga ke intimacy ke suatu kelompok," ujarnya pada Medcom.id.

    Jadi dia merupakan satu bagin dari kelompok. Kalau satu orang ke satu orang bisa mulai dari pacaran dan meningkat ke intimacy lebih dalam misalnya menikah dan intimacy juga ke keluarga pasangannya. Bila tidak ada, dia bisa diisolasi. Jadi suatu kekurangan,”

    Berkarir dan menjadi realistis

    Saat masih kecil seseorang dihadapkan berbagai pilihan namun dengan beriringan waktu pilihan-pilihan tersebut mengerucut sesuai dengan situasi. Oleh karena itu, profesi pun semakin meluas.

    “Dalam hal pekerjaan karena masa dewasa awal, hal ini menjadi serius untuk dipikirkan. Pekerjaan itu waktu anak-anak pengen jadi dokter, presiden, pilot dan lain-lain. Tapi seiring dengan waktu, pekerjaan yang didambakan itu jadi lebih realistis disesuaikan dengan minat dan kemampuannya,” jelasnya.

    “Pekerjaan penting karena berpengaruh dengan keadaan finansial, tempat tinggal, pertemanan, kesehatan. Pekerjaan membantu menghabiskan waktu dan struktur ritme hidup,” lanjutnya.

    Perbedaan tahapan kehidupan perempuan dan laki-laki

    Perempuan dan laki-laki menghadapi tahapan yang serupa. Mereka sama-sama mencari kedekatan dan menjadi realitstis. Akan tetapi mengingat manusia tak terlepas dari lingkungannya, dalam prosesnya, perempuan dan laki-laki bisa mendapatkan tuntutan yang berbeda.

    Misalnya seseorang yang berada di lingkungan patriarki, kemungkinan tuntutannya akan lebih banyak diberatkan di laki-laki. Dan begitu juga sebaliknya.

    “Kalau mau dibedakan, perempuan dan laki-laki lebih ke tuntutan dari lingkungan. Usia 25-35 usia dewasa awal, artinya pria dituntut mengambil peran misalnya sama-sama berkeluarga, tapi di situ pria diminta untuk mengambil peran yang dominan.  Perempuan juga di batas umur tertentu harus menikah pnya anak,” ungkapnya.

    Itulah tahapan yang dialami orang dewasa, banyak perubahan cara pandang karena kebutuhan pun bergeser seiring dengan berjalannya waktu. Apa yang Anda anggap ideal sebelumnya belum tentu sama di lain waktu. Semua akan berjalan sebagaimana mestinya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id