Dampak yang Dialami dari Korban Social Beauty Bullying

    Raka Lestari - 30 Juli 2019 14:26 WIB
    Dampak yang Dialami dari Korban Social Beauty Bullying
    Hal yang menyebabkam terjadinya social beauty bullying adalah kurangnya pemahaman mengenai value diri sendiri. (Foto Ilustrasi: Ben White/Unsplash)
    Berdasarkan data dari The Cybersmile Foundation, social beauty bullying telah menjadi permasalahan mainstream yang dialami lebih dari 45 juta perempuan di dunia. Dampaknya terhadap korban perundungan adalah kurangnya kepercayaan diri hingga percobaan bunuh diri.

    Jakarta:
    Social beauty bullying merupakan bentuk perundungan yang kerap dialami perempuan Indonesia, baik secara verbal maupun melalui media sosial. Permasalahan ini kerap menghantui para perempuan terutama di ruang media sosial yang biasa kita sebut dengan social beauty bullying.

    Berdasarkan data dari The Cybersmile Foundation, social beauty bullying telah menjadi permasalahan mainstream yang dialami lebih dari 45 juta perempuan di dunia. Ironisnya, tindakan tersebut kerap kali datang dari sesama perempuan, baik dari keluarga, kerabat, rekan sekantor ataupun teman yang dapat memengaruhi sisi psikologis dari perempuan tersebut.

    Nuran Abdat, M.Psi, Psikolog Klinis dari Brawijaya Healthcare memaparkan, perilaku social beauty bullying biasanya dilakukan oleh perempuan terhadap perempuan lain. Mereka mem-bully secara online dengan cara mengomentari penampilan seperti make-up, model rambutnya, fitur fisik, dan lain-lain.

    "Dampak dari tindakan ini dapat mengganggu kondisi mental pelaku dan korbannya. Untuk itu, seseorang harus menghargai dirinya sendiri agar dapat menghargai orang lain," ujar Nuran.

    Menurut Nuran, hal yang menyebabkam terjadinya social beauty bullying adalah kurangnya pemahaman mengenai nilai diri sendiri. Ternyata, para perempuan masih banyak yang kurang memiliki pemahaman mengenai value diri sendiri.

    "Akhirnya dengan pemahaman tersebut timbul persaingan secara negatif untuk jadi yang terbaik. Perempuan juga masih banyak yang tidak diberikan ruang terhadap agresivitas dirinya," lanjut Nuran.

    Hal inilah yang lama kelamaan akan terpendam, sehingga cara mengeluarkan agresivitasnya kurang baik. Medianya ini yang tidak terbendung, sehingga kesannya jadi nyinyir yang diimplementasikan dalam sebuah ruang yang identitasnya tidak diketauhi, yaitu media sosial.
     
    Dampak yang Dialami dari Korban Social Beauty Bullying

    Sementara itu Maudy Ayunda, salah satu artis papan atas Indonesia juga menyuarakan pendapatnya mengenai social beauty bullying.

    “Dulu aku berpikir bahwa menerima komentar negatif tentang penampilan di media sosial merupakan risiko sebagai public figure. Tapi lama-lama aku semakin menyadari bahwa tidak sepatutnya kita tinggal diam," ujar Maudy dalam acara kampanye melawan beauty bullying oleh LUX.

    "Aku berharap melalui inisiatif #STOPBeautyBullying perempuan Indonesia semakin berani untuk menunjukkan bahwa kalau komentar-komentar negatif itu tidak dapat menghalangi kita untuk mengekspresikan kecantikan kita dan kemampuan kita untuk berkarya,” terang Maudy.

    Nuran menambahkan bahwa ada banyak dampak negatif dari perilaku social beauty bullying ini. Mulai kurangnya kepercayaan diri, hingga melakukan hal yang tidak diinginkan, seperti bunuh diri.

    “Yang namanya perilaku negatif tentu berdampak negatif terutama pada citra diri sendiri, bagaimana dia memandang citra diri sendiri. Otomatis kepercayaan diri pun akan menurun bahkan bisa depresi atau bahkan mungkin bisa melakukan percobaan bunuh diri atau bahkan melakukan bunuh diri," tandas Nuran.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id