Panduan Memompa agar ASI Melimpah

    Anda Nurlaila - 24 Januari 2020 19:19 WIB
    Panduan Memompa agar ASI Melimpah
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Suplai Air Susu Ibu (ASI) yang melimpah bisa menjadi anugerah. Memompa ASI dapat membuat ibu memiliki persediaan ASI Perah (ASIP) saat terpaksa meninggalkan bayi.

    Manfaat lain memompa ASI adalah mengurangi pembengkakan payudara, membersihkan saluran susu yang tersumbat, dan memperbaiki puting susu yang ke dalam atau rata.

    ASIP juga membantu ibu untuk tetap memberi ASI pada bayi yang dirawat seperti bayi prematur. Hal lainnya adalah penghematan anggaran susu formula yang dapat mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan.

    Bagi para ibu menyusui, Parents memberi panduan bagaimana cara memilih pompa, memompa, hingga menciptakan suasana rileks saat membuat suplai ASIP.

    Pilih pompa terbaik

    Ada banyak pilihan dalam memilih pompa ASI yang tepat bagi kebutuhan ibu. Pompa manual atau pompa listrik memiliki keunggulan masing-masing. Pompa tangan lebih murah, lebih portabel, dan terkadang lebih nyaman. Tetapi pompa listrik bisa lebih efisien, terutama jika kedua payudara bekerja bersamaan.

    Konsultan laktasi, Shari Criso, merekomendasikan tiga fitur utama dalam pompa ASI:

    -Kecepatan dan hisap yang dapat disesuaikan, sehingga Anda dapat menyesuaikan pemompaan Anda dengan apa yang paling nyaman bagi Anda

    -Sistem tertutup, artinya sistem yang mencegah susu agar tidak masuk ke bagian pompa atau tabung

    -Flensa multi-ukuran yang dapat disesuaikan dengan ukuran payudara. Jika tidak pas, Anda mungkin tidak dapat mengeluarkan ASI secara efektif dan bisa jadi menyakitkan. Bila memungkinkan miliki pompa manual dan listrik sekaligus.

    Bertanya pada konsultan laktasi

    Bila tidak yakin dengan pompa yang tepat, bicarakan dengan konsultan laktasi.

    "Baik bagi satu ibu mungkin bukan yang terbaik untuk ibu lain," kata konsultan laktasi Kathy Parkes.

    Saat menyusui secara eksklusif misalnya, seorang ibu membutuhkan pompa yang mendukung suplai ASI saat bayi tidak menyusu langsung.

    Latihan dan latihan

    "Siapkan waktu untuk menentukan posisi dan cara menggunakan pompa payudara. Butuh latihan agar tubuh bekerja sama dengan pompa," kata Parkes.

    Jangan khawatir jika ASIP yang berhasil dipompa sedikit pada awalnya. Sebuah kemajuan bahkan jika hasil ASI menutupi permukaan botol susu bagian bawah.

    "Lagi pula, tubuh ibu secara alami merespons mulut bayi yang lembut daripada pada pompa payudara yang keras dan dingin," sambungnya.

    Kapan mulai memompa

    Sementara itu Criso merekomendasikan memulai dengan memompa jumlah yang sangat kecil. Sekitar 1-2 ons setiap hari.

    Anda dapat menyusui bayi pada salah satu payudara dan memompa di payudara sebelahnya. Kemudian pada lain waktu memberinya botol ASIP dan dilanjutkan dengan menyusui langsung pada payudara. Bayi akan terbiasa menggunakan botol.

    "Sampai sekitar enam minggu pascapersalinan, suplai ASI hanya cukup untuk bayi," jelas Criso.

    Setelah 4-6 minggu, Anda dapat mulai memompa jumlah yang lebih besar, 2-4 ons sekali pompa.

    Waktu terbaik memompa saat pagi, karena suplai cukup untuk menyusui dan pompa. Tetap berikan ASIP lewat botol sekali sehari meski hanya satu ons. Jika tidak bayi mungkin akan menolak ASIP botol sama sekali.

    Hindari rasa sakit saat memompa

    Seperti menyusui, memompa ASI harus membawa sensasi menarik alami. Seharusnya tidak pernah ada rasa sakit.

    "Jika Anda merasa tidak nyaman, turunkan pengaturan isap atau sesuaikan jumlah siklus per menit. Anda mungkin memerlukan frensa yang sesuai dengan ukuran payudara," kata Parkes. 

    Rileks saat memompa

    Biarkan tubuh nyaman sebelum proses memompa. Oleskan kompres hangat, atau lepaskan bra, guncangkan payudara perlahan dari sisi ke sisi. Anda juga bisa membiarkan bayi di dekat Anda.

    Sembari melihat bayi atau mendengar celotehnya, Anda dapat mulai memompa. Memanjakan diri dengan aktivitas menyenangkan saat memompa ASI seperti menonton televisi, mengobrol dengan teman atau pasangan juga dapat membantu aliran susu.

    Jumlah susu yang normal

    Semakin sering memompa, semakin banyak susu yang Anda hasilkan. Saat semakin ahli memompa, hasil pompa ASIP juga meningkat. Kebanyakan ibu yang rajin memompa menghasilkan 2-4 ons susu per pompa selama 15-20 menit.

    Tingkatkan hasil pompa ASI

    Konsultan laktasi, Corky Harvey, menyarankan untuk memompa di jam yang sama setiap hari. Jika Anda memompa selama beberapa menit dan tidak ada yang terjadi, berhentilah selama beberapa menit dan bersantai sebelum mencoba lagi.

    "Jika alirannya berhenti, makan atau minum sesuatu lalu lakukan upaya lain," kata Harvey.

    Ibu juga dapat menyusui bayi sambil memompa di payudara di sisi lainnya atau menggunakan pompa yang melekat pada kedua payudara sekaligus. Ingat, tidak semua wanita sama. Sebagian mungkin dapat menggunakan pompa manual, tapi sebagian lainnya perlu pompa listrik yang lebih kuat.

    Tahu kapan harus berhenti memompa

    Hentikan memompa setelah 20 menit, atau dua menit setelah Anda berhenti memproduksi susu. Perempuan melakukan lebih banyak kerusakan jika mereka bertahan sepanjang hari.

    Jika Anda tidak yakin apakah sudah selesai atau belum, pijat payudara Anda dengan lembut. Jika tidak menghasilkan susu hentikan dan lanjutkan di lain waktu.

    Membangun ikatan dengan bayi

    Masih mungkin untuk mempertahankan ikatan dengan bayi saat memompa. Susui bayi sebelum Anda berangkat kerja atau sekolah, dan segera setelah Anda tiba di rumah. Sepanjang malam Anda dapat menyusui bayi.

    "Bayi akan sering bangun di malam hari untuk menebus kurangnya kontak Ibu di siang hari. Jika Anda memberi ASIP lewat botol, pastikan bayi dalam gendongan Anda atau orang lain," tegas Harvey.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id