Mengapa Orang Bisa Latah Menari saat Dengar Lagu TikTok?

    Kumara Anggita - 25 Juni 2020 17:05 WIB
    Mengapa Orang Bisa Latah Menari saat Dengar Lagu TikTok?
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Saat ini TikTok sungguh mewarnai kehidupan kita, khususnya untuk anak muda. Lagu yang dijadikan challenge sungguh terngiang-ngiang, tariannya ada dimana-mana, life hack-nya pun juga dipakai banyak orang.

    Bahkan, sekarang banyak pula yang suka latah. Ketika mendengar lagu TikTok, mereka pun ikut menari. Mengapa bisa demikian ya?

    Psikolog anak, remaja, dan keluarga Efnie Indrianie, M.Psi pun menjelaskan bahwa, hal ini wajar terjadi. Sebab fenomena latah sendiri sudah dikenal sejak dulu dan itu memang cukup dikenal di Indonesia. Latah ini muncul karena latar belakang budaya.

    “Latah itu mengapa kerap ditemukan di Indonesia karena tidak lepas dari konteks budaya. Latah dianggap sesuatu yang lucu, pantas, dan bukan hal yang terlarang. Sehingga perilaku latah yang ditampilkan kerap dianggap sebagai hiburan,” ujarnya saat dihubungi Medcom.id.

    “Refleks otomatis ini terjadi karena pengaruh memori alam bawah sadar yang sudah tertanam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Umumnya ini terjadi pada masyarakat rural atau yang ikatan kekerabatan dan kebersamaannya cukup tinggi. Perilaku ini jarang ditemukan di perkotaan karena memang konteks masyarakatnya tidak demikian,” tambahnya.

    Lagu dan gerakan TikTok pun menjadi bahan latahan karena ini ada di mana-mana dan sering sekali diputar. Oleh karena itu, memori tersebut jadi terserap oleh alam bawah sadar.

    “Refleks otomatis gerakan otot memang bisa terjadi saat seseorang mendengarkan musik TikTok. Apalagi jika musik tersebut kerap didengarkan dalam intensitas yang cukup tinggi setiap harinya. Hal ini tanpa disadari orang tersebut sudah menanamkan memori musik dan gerakan tersebut ke alam bawah sadar dan tentunya ini menjadi memori jangka panjang,” ujarnya.

    Cara ini juga tak muncul pada setiap orang. Menurutnya orang latah menari saat dengar lagu TikTok cenderung terjadi pada mereka yang bertipe kinestetik.

    “Tapi pada umumnya hal ini mudah terjadi pada seseorang yang memang tergolong tipe kinestetik artinya dia memang mudah menggerakkan otot-otot tubuhnya secara otomatis. Pada yang tipe visual dan auditori tidaklah demikian,” tutupnya.

    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id