Tips Menenangkan Ketakutan Covid-19 pada Anak

    Sunnaholomi Halakrispen - 21 Mei 2020 09:00 WIB
    Tips Menenangkan Ketakutan Covid-19 pada Anak
    Para ahli mengatakan berikan penjelasan yang mudah dimengerti oleh anak soal pandemi covid-19 ini. Lakukanlah pendekatan yang lebih proaktif. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Sekolah tutup selama pandemi covid-19. Olahraga dan kegiatan lainnya pun telah dibatalkan demi menekan angka penyebaran virus korona baru itu. Di tengah 'kekacauan' ini, bagaimana orang tua menjaga anak-anak dari stres dan ketakutan?

    "Keluarga sekarang perlu berpikir tentang bagaimana mengelola memiliki anak di rumah untuk waktu yang lama. Pertama, keluarga perlu mengatur jadwal dan rutinitas," ujar psikolog Robin Gurwitch, dari Universitas Duke dan Pusat Kesehatan Anak dan Keluarga, di Durham, N.C., dikutip dari WebMD.

    Tetapi Gurwitch menambahkan bahwa penting juga untuk fleksibel. Sebab, segala sesuatunya berubah dengan cepat dan kecemasan berjalan sangat tinggi. Oleh karena itu, orang tua harus lebih sabar dan memerhatikan kebutuhan anak-anak mereka.

    Eric Herman, seorang psikolog klinis di Children's Hospital of Michigan di Detroit, mengatakan, akan sulit untuk memberi tahu anak-anak bahwa semuanya akan baik-baik saja ketika sekolah ditutup. Mereka harus berpikir bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi, yakni covid-19.

    Herman berkata untuk membiarkan anak mengajukan pertanyaan. Kemudian, orang tua harus benar-benar mendengarkannya dan menanggapi pertanyaan spesifik yang mereka ajukan tersebut. Lakukanlah pendekatan yang lebih proaktif.

    "Tanyakan kepada anak-anak, apa yang mereka ketahui. Tanyakan, apa pendapatnya tentang hal itu dan sering-seringlah mengunjungi mereka lagi untuk melihat perkembangan pemahamannya," paparnya.

    Beri penjelasan

    Berikan penjelasan yang mudah dimengerti oleh anak. Kedua ahli menyarankan agar anak-anak dan remaja tahu bahwa seolah-olah kelompok usia mereka tidak akan terpapar oleh virus. Anak-anak mungkin terkena virus dan tidak memiliki gejala.

    Kemudian, beri tahu mereka bahwa tidak apa-apa untuk khawatir atau takut. Jelaskan bahwa langkah-langkah berjaga jarak dan kepedulian soal kebersihan sedang dijalani setiap orang untuk mencoba menjaga semua orang seaman mungkin.

    "Tidak apa-apa untuk memberi tahu anak-anak bahwa Anda sedikit cemas juga. Orang tua dapat mengatakan, ini membuat ayah/ibu sedikit khawatir juga, jadi ini yang akan kita lakukan untuk tetap aman," tutur Gurwitch.

    Selain itu, terpakanlah rutinitas baru. Sangat penting untuk menjaga apa yang kita bisa upayakan sebisa mungkin. Yakni waktu makan, waktu mandi, dan penerapan program pembelajaran jarak jauh. Orang tua pun perlu memberikan perhatian ekstra saat anak belajar di rumah.

    Sementara itu, menjaga jadwal yang khas tidak berarti bahwa anak-anak tidak boleh bersenang-senang. Kedua ahli mengatakan karena orang tua dan anak-anak berada di rumah, ini adalah waktu yang tepat bagi keluarga untuk terhubung kembali, sambil mengelola stres. 

    Anda bisa sesekali berjalan-jalan bersama atau bermain di halaman belakang rumah. Jika Anda terjebak di dalam rumah, lakukan permainan yang bisa dilakukan dengan perlengkapan sederhana atau pelajari tentang permainan video anak-anak Anda. 

    "Kami tidak ingin sepenuhnya terisolasi saat kami mengisolasi. Kami merencanakan wilayah baru di sini, dengan kekhawatiran baru. Temukan cara untuk bersantai dan membantu anak-anak Anda bersantai. Mengobrol dengan teman secara virtual, menulis dalam jurnal, mendengarkan musik atau mencoba yoga bersama," pungkas Gurwitch. 




    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id