Penyebab Seseorang Mengalami Bruxism saat Tidur

    Raka Lestari - 15 Februari 2020 16:04 WIB
    Penyebab Seseorang Mengalami Bruxism saat Tidur
    Kebiasaan menggertakkan gigi pada saat tidur atau bruxism pada saat tidur merupakan kebiasaan yang cukup sering dilakukan oleh banyak orang. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Kebiasaan menggertakkan gigi pada saat tidur atau bruxism pada saat tidur merupakan kebiasaan yang cukup sering dilakukan oleh banyak orang. Dan pada umumnya, hal ini dilakukan secara tidak sadar atau refleks begitu saja. Meskipun begitu, sebenarnya ada penyebab dari Bruxism ini.

    Menurut Michael Lerner, seorang dokter telinga, hidung dan tenggorokan Yale Medicine,
    stres dan kecemasan adalah alasan utama orang menggertakkan gigi. Ketika kita stres, tubuh kita melepaskan lonjakan adrenalin dan kortisol. Keduanya adalah bahan kimia yang dikenal untuk meningkatkan denyut jantung, memompa tekanan darah dan meningkatkan tingkat energi.

    Lerner mengatakan perubahan yang intens ini dapat menyebabkan ketegangan otot yang berlebihan di rahang dan mengunyah otot kita, menyebabkan beberapa orang menggiling gigi mereka ketika sedang tidur.

    Beberapa orang mungkin memang punya kebiasaan mengeraskan rahang mereka ketika stres. “Hal ini sama seperti perilaku yang berhubungan dengan kecemasan seperti menggigit kuku, memainkan rambut atau mengayunkan kaki,” ujar Lerner, seperti dimuat huffpost.

    Beberapa ahli medis juga menduga kebiasaan menggertakkan gigi ketika sedang tidur cukup sering terjadi di kota-kota besar karena tingkat stres yang cukup tinggi. “Orang-orang yang berada di lingkungan atau pekerjaan dengan tingkat stres yang tinggi lebih mungkin mengalami Bruxism,”ujar Derek Steinbacher, ahli bedah plastik dan rekonstruktif Yale Medicine.

    Penyebab lain yang bisa menyebabkan Bruxism adalah dan alkohol. “Alkohol tidak hanya buruk bagi tidur Anda secara keseluruhan. Alkohol membuat Anda lebih cepat tertidur tetapi membuat Anda mengantuk secara berlebihan,” kata Rafael Pelayo, spesialis tidur di Stanford Health Care.

    Selain alkohol, minuman yang mengandung kafein seperti cokelat, kopi, soda, dan minuman berenergi tinggi lainnya dapat memicu aktivitas otot dan menyebabkan kebiasaan menggertakkan gigi ketika sedang tidur.

    Untuk itu, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan. Lerner menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi karena dokter gigi dapat mengurangi kerusakan enamel atau meredakan ketegangan otot yang mungkin berefek pada gigi Anda. Jika itu tidak berhasil, beberapa dokter menyarankan untuk mencoba suntikan Botox di sekitar rahang.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id