Pada Usia Berapa Bayi Dibolehkan Makan Mi?

    Raka Lestari - 07 Januari 2020 06:00 WIB
    Pada Usia Berapa Bayi Dibolehkan Makan Mi?
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Mi atau spageti memiliki tekstur panjang dan kenyal, yang membuatnya menjadi makanan favorit bagi banyak orang. Tidak terkecuali bagi bayi dan anak-anak yang juga menyukai mi.

    Akan tetapi tekstur mi yang berbentuk panjang tersebut membuat orangtua khawatir bisa membuat mereka tersedak. Untuk itu orang tua perlu memerhatikan terlebih dahulu sebelum memberikan mi atau spageti kepada bayi mereka.

    Melanie Potock, seorang ahli patologi bahasa anak-anak pediatrik dan spesialis makanan, menjelaskan, bayi membutuhkan gigi yang sudah lengkap untuk mengunyah mi yang lebih panjang, seperti spageti. Namun jika orang tua ingin memotong-motong mi sebelum memberikan kepada bayi mereka, bayi pada usia 6 bulan juga sudah bisa mengonsumsinya.

    “Pada usia 6 bulan bayi masih belum memiliki kemampuan untuk mengambil mi sedikit demi sedikit, sehingga memberikan mi dalam jumlah yang kecil pada mangkuk atau piring memudahkan mereka untuk mengambil dan memakannya," ujar Melanie.

    "Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan memotong mi menjadi lebih kecil dengan menambahkan remahan roti untuk menambahkan tekstur. Sehingga lebih mudah bagi bayi untuk memakannya," tuturnya.

    Sementara Dr Lisa Lewis, dokter anak bersertifikat mengatakan, biasanya mi atau spageti dapat diperkenalkan sekitar usia 8-9 bulan. Untuk memperkenalkan makanan yang sesuai dengan ukuran genggaman bayi, maka bayi harus dapat duduk dengan kontrol kepala yang baik dan juga memiliki kemampuan untuk siap ambil makanan dari piring.

    "Meskipun hal ini masih menjadi perdebatan di negara-negara lain, kebanyakan dokter anak di Amerika Serikat dan di beberapa bagian di Eropa sepakat bahwa mi atau spageti harus dipotong-potong dan dimasak dengan baik agar memiliki tekstur yang lebih lembut," terang Dr Lisa.

    Namun, tanyakan kepada dokter anak bayi sebelum memberikan makanan apapun kepada bayi Anda. Sebagian besar bayi dapat mentolerir sejumlah kecil susu pada awalnya, tetapi yang terbaik adalah untuk selalu memeriksakan diri ke dokter keluarga Anda. Terutama jika bayi Anda memiliki intoleransi susu atau alergi terhadap beberapa jenis makanan lainnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id