Cara Membimbing Anak Berbuat Baik ala Andy F Noya

    Sunnaholomi Halakrispen - 01 Desember 2019 19:00 WIB
    Cara Membimbing Anak Berbuat Baik ala Andy F Noya
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Konon, berbuat baik kepada sesama menambah amal manusia untuk bisa ke surga. Sementara itu, tak ada yang bisa memastikannya. Namun, menurut Andy Noya, berbuat baik bisa menenangkan hati.

    Kepuasan batin setelah menolong orang lain dengan kebaikan pun bisa membuat bahagia. Tapi, bagaimana cara tepat membimbing anak untuk berbuat baik kepada sesama?

    "Saya melihat bahwa cara orang tua kita dulu mewariskan nilai-nilai dengan cara kita generasi sekarang itu berbeda total," ujar Andy di Meradelima, Jalan Aditiyawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Jurnalis senior yang juga CEO BenihBaik.com itu menjelaskan, kalau dahulu orang tua memberikan contoh pengalaman hidupnya yang pergi ke sekolah jalan kaki. Kondisinya berbeda dengan anak sekarang yang pergi ke sekolah naik kendaraan pribadi.

    Jika orang tua zaman sekarang menyampaikan kisah hidupnya untuk diterapkan pada anak zaman sekarang, sangat sulit bahkan tidak akan diterima sang anak. Sebab, anak merasa bahwa mereka tidak mengalami apa yang dialami sang orang tua.  

    "Kalau aku bilang Ayah dulu naik angkot ke sekolah nanti dibalas anak, kan sekarang ada mobil jadi ngapain lagi naik angkot," tuturnya.

    Andy sempat menerapkan hal tersebut pada anaknya. Ia melarang anaknya diantar pakai mobil dan menyuruh mereka ke sekolah dengan berjalan kaki karena jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.

    "Enggak masuk akal bagi mereka bahwa ada kendaraan nganggur dan mereka harus jalan kaki. Perdebatan terjadi dan dari situ saya tahu bahwa apa yang diwariskan orang tua nilai-nilai duu, sifatnya bisa diturunkan tapi caranya yang beda," ucapnya.

    Logika berpikir serta situasi dan kondisinya berbeda antara zaman dahulu dengan zaman saat ini. Bagi anak-anak zaman modern ini, kalau logikanya zaman dulu hidup susah ya sudah susah saja. Anak zaman sekarang enggan dipaksa untuk hidup susah dengan keadaan yang mencukupi.

    "Tidak usah kita terlalu banyak bicara kasih contoh, kita lakukan perbuatan di depan mata mereka saja. Saya dengan istri enggak pernah berantem di depan anak-anak," paparnya

    Meskipun sempat hidup tak berkecukupan, materi atau uang tak pernah dijadikan sumber pertengkaran. Sebab, bagi Andy dan istri, ukuran kebahagiaan bukan dinilai dari seberapa banyak materi yang mereka miliki.

    Andy menggambarkan kondisi kehidupannya saat itu yang mendapatkan gaji Rp375 ribu per bulan. Sedangkan, ia harus menanggung tiga anak kandung dan delapan ponakan yang ditinggalkan oleh kakaknya yang meninggal karena kanker.

    "Enggak ada sedikitpun istri saya bilang, kenapa kita harus menanggung beban yang bukan anak-anak kita, enggak ada. Dia bilang, ini mungkin memang sudah rencana Tuhan bahwa kita harus menjaga anak-anak ini," jelasnya.

    Ada pengorbanan menyekolahkan anak-anak kandungnya di sekolah negeri di Ciputat yang fasilitasnya sangat terbatas saat itu. Tak mampu menyekolahkan anak di sekolah memadai, agar sebelas anak mendapatkan hak yang sama.

    "Istri saya bilang, lakukan hal yang baik di depan anak-anak, enggak usah terlalu banyak nasihat. Mereka biar melihat, apa yang terjadi, kemudian kita serahkan kepada Tuhan," katanya.

    Kuncinya, bagaimana tindakan baik yang dilakukan orang tua, demikianlah anak akan menilai dan kemudian turut berbuat baik juga. Banyak orang bicara baik tapi penampilan di belakang layar atau di balik publik berbeda.

    "Bagaimana nilai-nilai itu bisa diajarkan. Jadi kalau kita bilang jangan merokok, ya kita sendiri jangan merokok. Bilang jangan bohong, ya kita sendiri tidak boleh bohong. Aku mengajarkan anak-anak melalui tindakan," pungkasnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id