• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Bayi dari Ayah Berusia 35 Tahun Lebih, Berisiko Lahir Prematur?

Torie Natalova - 08 November 2018 14:02 wib
Perlukah Anda khawtair tentang usia dengan risiko buah hati
Perlukah Anda khawtair tentang usia dengan risiko buah hati Anda? Berikut ini informasinya. (Foto: Ilustasi. Dok. Sadik Kuzu/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah penelitian baru dari Stanford University School of Medicine, mendokumentasikan hubungan antara kelahiran bayi dari ayah yang berusia lebih tua dengan berbagai peningkatan risiko saat lahir.

Studi yang dilakukan selama satu dekade itu menunjukkan risiko kelahiran bayi seperti berat lahir rendah dan kejang. Bahkan, data penelitian tersebut menunjukkan bahwa usia ayah dapat memengaruhi kesehatan ibu selama kehamilan, khususnya risiko terkena diabetes.

(Baca juga: Pentingnya Metode Kanguru untuk Bayi Prematur)


(Sebuah penelitian baru dari Stanford University School of Medicine, mendokumentasikan hubungan antara kelahiran bayi dari ayah yang berusia lebih tua dengan berbagai peningkatan risiko saat lahir. Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

"Data dari lebih 40 juta kelahiran menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ayah dengan usia kira-kira 35 tahun ke atas, berada pada risiko tertinggi untuk memiliki masalah kesehatan," sebut sebuah penelitian dalam Sciencedaily.com

Penelitian yang ditulis oleh Hanae Armitage dan didukung oleh Stanford Medicine ini juga mengatakan contohnya ayah yang berusia 45 tahun lebih mungkin memiliki anak yang lahir prematur, dan ayah berusia 50 tahun lebih mungkin memiliki anak yang harus masuk perawatan NICU setelah lahir.

Namun, penulis studi mengatakan kaum pria yang belum memiliki anak di usia 35 tahun ke atas tidak pelu khawatir karena risiko tersebut tidak selalu terjadi pada setiap orang.




(TIN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.