Jadikan Sampah Kembali Bermanfaat

    Sunnaholomi Halakrispen - 26 November 2019 23:10 WIB
    Jadikan Sampah Kembali Bermanfaat
    Suasana Workshop Do it Yourself. (Foto: Krispen/Medcom.id)
    Jakarta: Pencemaran lingkungan oleh sampah masih menjadi salah satu masalah krusial di dunia. Terlebih, Indonesia dinilai sebagai negara penghasil sampah plastik nomor dua terbesar di dunia, berdasarkan data McKinsey and Co. dan Ocean Consevancy. Bagaimana menjadikan sampah kembali bermanfaat?

    Melalui Workshop Do it Yourself: Jadikan Sampah Organik dan Anorganik Kembali Bermanfaat oleh Media Group, dipaparkan pentingnya memerhatikan kondisi lingkungan yang tercemar karena sampah. Demikian juga tentang sejumlah cara menangani permasalahan sampah tersebut. 

    Tentunya, semua pihak harus bergerak. Hal ini disampaikan oleh Ronggo Sulistyo selaku Ketua SML (Sistem Management Lingkungan) EHS (environtment health safety) Media Group. 

    "Budaya kita harus berubah supaya lebih concern, lebih peduli ke sampah, karena ada manfaatnya. Sampah bukan hanya bisa dijadikan pupuk tapi juga anorganik residu dijadikan energi alternatif," ujar Ronggo kepada Medcom.id di Gedung Metro TV, Jakarta Barat, Selasa (26/11/2019).

    Penyebaran sikap sadar lingkungan ini merupakan urutan dari kegiatan Metro Fest. Media Group, fokus terkait sistem management lingkungan dan kaitannya dengan ikut serta dalam United Nation Global Compact.

    "Kita concern pada waste management tapi bukan hanya memilah sampah organik dan anorganik, juga mengelola sampai jadi produk yang benar-benar mempunyai nilai ekonomis tinggi," paparnya.

    Sampah organik yang merupakan sisa makanan maupun dedaunan kering, bisa dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan. Contohnya, menjadi pupuk.

    "Itu ending process-nya kita jadikan material alternatif untuk pembuatan sabun, pakan ternak, dan jadikan pupuk komposting," tuturnya.

    Ronggo memaparkan bahwa sejak Agustus 2019 Media Group berkomitmen mengelola sampah dengan lebih teliti dibandingkan sebelumnya. Sekitar 38 ton sampah organik dan hampir 20 ton sampah plastik tidak dibuang, lalu bertumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang.

    "Dari office dipilah-pilah dulu sampah organik dan anogranik. Khusus di Media Komplek ini kita ada tempat pembuangan khusus anorganik, setelah itu kita serahkan ke pihak yang sudah kita assessment," jelasnya.

    Di lingkungan Media Group yang menampung lebih dari 3.000 karyawan, pengelolaan sampah organik bekerjasama dengan Biomagg. Perusahaan itu mengelola sampah organik dengan teknologi biokonversi yang selanjutnya menghasilkan pupuk alami dan sumber protein terbarukan menggunakan black soldier fly (BSF) atau maggot.

    "Kita mengolah sampah organik menjadi makanan larva, kita melakukan ternak larva maggot. Kemudian, maggot bisa kita jadikan pakan ternak dan itu kandungan proteinnya baik untuk unggas," imbuh Research and Development Biomagg, Riyadlus Sholihah.

    Selain itu, maggot yang telah diberikan pakan khusus, hasil pembuangannya dapat dijadikan pupuk. Faktanya menariknya, tanaman yang menggunakan pupuk maggot itu akan lebih bagus hasil tanamnya dibandingkan dengan menggunakan pupuk organik biasanya. 

    Apabila ingin diolah dengan teknik komposting, prosesnya akan lebih cepat, yakni hanya 40 hari sudah bisa panen hasilnya. Jika dibandingkan dengan proses komposting biasanya, akan memakan waktu sekitar tiga bulan.

    Sedangkan untuk mengelola sampah plastik, Media Group bekerjasama dengan Waste4change. Perusahaan pengolah sampah plastik ini mengelola sampah dengan 3R, yaitu reuse, reduce, dan recycle.

    Sampah plastik yang masih bersih akan dimanfaatkan sebagai bahan-bahan daur ulang, seperti untuk pembuatan tas dan sebagainya. Namun jika sampah anorganik telah tercemar atau terlalu kotor, akan disatukan ke jenis residu. Pihaknya bermitra dengan pihak tertentu untuk mengolah sampah residu.

    "Kita kalau residu ada mitra dengan menggunakan teknologi yang bekerjasama dengan pabrik semen. Sehingga tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir," pungkas Fazia Fauziah selaku Program Development And Partnership Waste4change.



    (KAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id