Hal yang Bisa Dilakukan Ketika Mengalami Mimpi Buruk

    Raka Lestari - 15 Januari 2020 12:04 WIB
    Hal yang Bisa Dilakukan Ketika Mengalami Mimpi Buruk
    Mimpi biasanya terjadi pada saat rapid eye movement (REM) berada pada fase tidur. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Banyak orang menganggap bahwa mimpi adalah bunga tidur. Mimpi biasanya terjadi pada saat rapid eye movement (REM) berada pada fase tidur.

    Namun, mimpi tidak selalu menyenangkan, beberapa orang mungkin mengalami mimpi buruk yang bahkan bisa berulang.

    “Mimpi buruk berhubungan dengan situasi menyenangkan dalam hidup Anda,” ujar Lauri Loewenberg, seorang analis mimpi bersertifikat di Apollo Beach, Florida.

    Dia mengatakan, mimpi buruk yang berulang kemungkinan disebabkan oleh masalah sulit yang sedang berlangsung yang belum diselesaikan. Atau pola perilaku berulang yang mengarah ke masalah sulit berulang.

    Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika mengalami mimpi buruk seperti dilansir huffpost:

    Menulis jurnal

    Tracy Vadakumchery, seorang penasihat kesehatan mental pra-praktik dan spesialis perilaku kognitif di The Feel Good Center di New York menyarankan Anda mempertimbangkan untuk menulis dalam jurnal atau buku harian mengenai mimpi buruk Anda, dan apa yang Anda rasakan dalam satu hari. Dengan melakukan hal tersebut dapat membuat Anda lebih mudah untuk menghubungkan titik-titik dan menemukan maksud dari mimpi Anda itu.

    Menuliskan kembali mimpi Anda

    Menulis juga bisa menjadi sesuatu yang kuat, jika Anda berfokus pada isi dari mimpi Anda. Cobalah untuk mengubah hasil mimpi Anda ketika terbangun. Menurut Loewenberg cara ini bisa sangat efektif terutama jika mimpi buruk terseut merupakan hasil dari trauma masa lalu. 

    “Saat melakukan teknik ini, pastikan untuk menuliskan semua detail mimpi buruk yang dapat Anda ingat,” kata Loewenberg. "Lalu, ketika kamu sampai pada akhir atau bagian paling mengerikan dari mimpi buruk, tulis ulang dan ubah ceritanya."

    Hindari menggunakan gadget sebelum tidur

    “Menonton televisi atau film sebelum tidur memungkinkan Anda untuk memimpikan masalah Anda yang belum selesai dalam versi yang berbeda yang sudah tercampur dengan adegan-adegan dalam film atau tayangan tersebut,” ujar Anthony Freire, pendiri The Soho Center for Mental Health Counseling di New York. 

    Ia juga menyarankan untuk mengistirahatkan diri Anda sekitar satu jam sebelum tidur agar otak tidak menjadi hiperaktif dengan menghindari layer elektronik.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id