Kriminolog: Kekerasan oleh Anak Dipengaruhi Bekal Mental

    Sunnaholomi Halakrispen - 21 Mei 2020 15:08 WIB
    Kriminolog: Kekerasan oleh Anak Dipengaruhi Bekal Mental
    Kriminolog Haniva Hasna, M. Krim (Foto: Dok. Haniva)
    Jakarta: Remaja perempuan berinisial NF tega membunuh balita (bayi lima tahun). Menurut Kriminolog Haniva Hasna, M. Krim, perilaku kekerasan yang dilakukan remaja bisa dipengaruhi oleh kurangnya bekal mental yang dimiliki si anak.

    "Anak-anak remaja tidak pernah mendapatkan latihan fisik dan mental yang sangat diperlukan untuk hidup susila. Mereka tidak dibentuk dengan kontrol diri dan pembelaan diri yang baik," ujar Haniva kepada Medcom.id.

    Mental yang kuat perlu dibentuk sejak usia anak-anak. Akibatnya tidaklah sederhana. Sebab, hal ini bisa memengaruhi bagaimana anak menjalani kehidupan sehari-hari mereka.

    Terlebih, bagaimana psikologi mereka terbentuk. Apabila mental kuat tidak terbentuk, anak pun sulit mengendalikan diri, baik pola pikir hingga tingkah laku mereka.

    "Anak menjadi bingung, risau, sedih, malu, sering diliputi perasaan dendam dan benci. Pada kondisi tertentu, saat tidak bisa membendung kemarahan, mereka akan melakukan perilaku delinquen (perilaku nakal/menyimpang)," jelas Haniva, yang juga Direktur Pratista Indonesia.

    Sementara sebelum melakukan pembunuhan, NF sendiri merupakan korban pemerkosaan sebanyak 19 kali. Bahkan, kejadian menyedihkan itu bukan dilakukan orang lain, melainkan orang terdekat yakni kekasih dan pamannya.
     
    Haniva menyatakan bahwa bisa saja saat merasa menjadi korban perkosaan, NF ingin mengungkapkan kepada orang tua tentang apa yang dialaminya. Namun, karena tidak ada perhatian atau kasih sayang maka niat itu diurungkannya.

    "Padahal bila dia bisa menyampaikan pada orang tua, maka dia akan segera mendapat perlindungan dan penguatan. Namun apa daya ketika semua derita dilalui sendiri, NF merasa semakin lemah, tidak berdaya menghadapi ancaman dan perilaku dursila yang dilakukan oleh orang di sekitarnya," pungkasnya.

    Sebelumnya, diketahui bahwa NF melalukan pembunuhan di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Maret 2020. Dia pun menyerahkan diri kepada polisi, Jumat, 6 Maret 2020.

    NF dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dari pemeriksaan, NF ternyata diperkosa dua paman dan kekasihnya hingga hamil 14 minggu.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id