Begini Prosedur Persalinan di Tengah Pandemi Covid-19

    Raka Lestari - 16 Juni 2020 11:11 WIB
    Begini Prosedur Persalinan di Tengah Pandemi Covid-19
    Ilustrasi-Pexels



    Jakarta: Melahirkan di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini tentu akan ada perbedaan dibandingkan sebelum adanya wabah korona. Berbagai persiapan harus dilakukan ketika seseorang akan melahirkan di masa pandemi. Meski memang terkadang menjadi lebih repot, tetapi hal itu sebaiknya dilakukan demi keselamatan.

    “Dalam situasi seperti ini, ada banyak pasien yang terinfeksi tanpa adanya gejala. Jadi otomatis apabila mau melahirkan misalnya melalui operasi caesar satu atauu dua hari sebelumnya mesti dicek terlebih dahulu kondisi kesehatannya,” ujar dr. Stella Shirley M, SPOG saat ngobrol asyik bareng Medcom.id.






    “Atau kalau mau melahirkan normal misalnya, pada saat pasien datang dan sudah mulai merasa mulas, pada saat itu bisa langsung dilakukan skrining. Dan setiap rumah sakit setiap skrining-nya itu beda-beda. Ada yang menggunakan swab dan ada yang melalui rapid test,” ujar dokter spesialis kandungan yang bertugas di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta ini.

    Beberapa rumah sakit cukup banyak yang menggunakan rapid test. Menurut dr. Stella, hal ini karena pengecekan covid-19 melalui rapid test hasilnya cukup cepat. Sekitar satu jam sudah bisa diketahui hasil pemeriksaan dari pasien tersebut.

    “Kalau swab, mungkin kurang efektif karena terkait dengan waktunya. Misalnya pasien datang, bukaannya sudah cukup tinggi lalu dilakukan swab itu kan hasilnya cukup lama sekitar 5 – 8 jam. Ditakutkan dalam menunggu waktu keluar hasil tes, bayinya sudah keburu lahir. Kecuali kalau persalinannya direncanakan, mungkin masih bisa kalau menggunakan swab,” ujar dr. Stella.

    Melalui hasil tes tersebut, dr. Stella menjelaskan jika seorang pasien terinfeksi positif biasanya akan langsung dirawat pada ruangan bersalin khusus pasien infeksius.

    “Biasanya ruangannya akan khusus dan ruangan tersebut sudah disiapkan dengan ruangan yang bertekanan negatif,” tutur dr. Stella.

    “Terus kalau pasien tidak mau dilakukan rapid test atau swab, pihak rumah sakit bisa menolak untuk melakukan persalinan. Karena kan kita tidak bisa, soalnya dalam situasi pandemi seperti ini kita semua harus menjaga keselamatan bersama,” tutup dr. Stella.

    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id