Contoh Khotbah Salat Idulfitri Bersama Keluarga [1]

    Oase.id - 19 Mei 2020 11:27 WIB
    Contoh Khotbah Salat Idulfitri Bersama Keluarga [1]
    Ilustrasi oleh Falco dari Pixabay
    Contoh Khotbah Salat Idulfitri Bersama Keluarga [1]

    Istriku tercinta dan anak-anakku sayang,

    Kita telah sama-sama menjalankan ibadah bulan Ramadan, dan hari ini kita merayakan Idulfitri. Hari di mana kita dikembalikan pada asal kejadiannya yang suci dan mengikuti petunjuk Islam yang benar. Jika dikaitkan dengan tujuan puasa bulan Ramadan, yaitu menjadi insan yang bertakwa maka kesucian jiwa yang hakiki pada momen perayaan ini adalah takwa kepada Allah Swt.

    Baca: Belanja Online saat Pandemi, Baca Doa Ini agar Terhindar dari Penipuan Jual Beli


    Istriku tercinta dan anak-anakku sayang,

    Meskipun Idulfitri tahun ini diliputi merebaknya wabah korona (Covid-19), tetapi ungkapan rasa syukur harus tetap kita panjatkan kepada Allah Swt karena salah satu rahasia Allah memberikan ujian kepada hamba-Nya adalah akan menempatkan hamba-Nya pada tempat yang mulia, apabila menerima ujian itu dengan sabar, sebagaimana firman-Nya dalam QS: Ar-Rad:24;

    Contoh Khotbah Salat Idulfitri Bersama Keluarga [1]


    “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.”

    Selain itu, ujian dari Allah merupakan bukti kecintaan Allah kepada hamba-Nya

    Contoh Khotbah Salat Idulfitri Bersama Keluarga [1]
     

    Nabi Muhammad Saw bersabda, “Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan mencobanya dengan cobaan yang tidak ada penawarnya, jika ia sabar maka Dia akan memilihnya, dan jika ia rida, maka Allah akan memilihnya (sangat mencintainya).

    Allahu akbar  Allahu akbar Allahu akbar Walillaahil hamd

    Istriku tercinta dan anak-anakku sayang,

    Cobaan yang sedang dan akan kita hadapi bukan saja pandemi korona, tapi di depan ada banyak ujian yang akan menghadang kita. Dalam lingkup keluarga kecil kita ini, tidak menutup kemungkinan ujian akan datang dan kita tak tahu apa dan bagaimana bentuknya.

    Maka, sekali lagi, kuncinya adalah sabar dan tawakal.

    Istriku tercinta dan anak-anakku sayang,

    Seperti dijelaskan Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam Matan Tanqihul Qaul, beliau mengutip hadis untuk menjelaskan empat macam sifat sabar yaitu;

    Nabi Muhammad Saw bersabda, "Sabar itu ada empat; sabar dalam menjalankan fardlu, sabar dalam menghadapi musibah, sabar menghadapi gangguan manusia dan sabar dalam kefakiran. Sabar dalam menjalankan kewajiban adalah taufik, sabar dalam menghadapi musibah berpahala, sabar dalam menghadapi gangguan manusia adalah cinta dan sabar dalam kefakiran adalah rida Allah ta’ala."

    Pertama, bersabar dalam menjalankan segala perbuatan yang hukumnya fardlu atau wajib seperti salat, puasa, zakat. Kewajiban ini memang berat, namun jika dijalankan akan mendapatkan keselamatan.

    Kedua, bersabar saat menerima segala macam musibah. Karena musibah merupakan cobaan dari Allah untuk menghapus dosa hamba-hamba-Nya.

    Ketiga, sabar dalam menghadapi gangguan manusia baik berupa gangguan fisik maupun verbal berupa cemoohan, gunjingan, fitnah, dll. kita bisa menahan diri, mengendalikan kemarahan, bahkan memaafkan kesalahan orang lain.

    Baca: Fatwa MUI Seputar Salat Idulfitri di Rumah


    Keempat, sabar dalam kefakiran. Kita tidak boleh mengeluh, apalagi berburuk sangka pada Allah. Kita harus tetap semangat ikhtiar dan tidak boleh menggadaikan iman dengan iming-iming harta maupun benda yang menggelincirkan iman.

    Demikianlah khotbah ini, semoga dapat kita hikmati bersama agar ayah, ibumu, dan kalian semua, anak-anakku sayang, terhindar dari segala musibah dan dapat mengatasi segala problematika hidup dengan sabar.

    Jika kita dapat menjalani segala ujian dan problem dengan sabar maka sesungguhnya jiwa kita adalah jiwa yang fitri. Kita juga mari berdoa agar wabah ini segera berakhir dan Indonesia kembali hidup nyaman dan damai. Amin ya rabbal alamin.

    Contoh Khotbah Salat Idulfitri Bersama Keluarga [1]


    *Naskah khotbah ini ditulis oleh KH Ahmad Zuhri-Adnan, Pengasuh Pondok Pesantren Ketitang Cirebon, Jawa Barat. Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Kabupaten Cirebon.

    Informasi gaya hidup Muslim lainnya bisa dibaca di Oase.id



    (SBH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id