• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Ramadan di Tiongkok dan Doa Demi Kemajuan Indonesia

Fajar Nugraha - 14 Juni 2018 14:58 wib
Dubes Djauhari Oratmangun (paling kiri) bersama WNI di Tiongkok
Dubes Djauhari Oratmangun (paling kiri) bersama WNI di Tiongkok (Foto: KBRI Beijing).

Beijing: Tidak berada di Tanah Air saat Ramadan sudah biasa dilakukan oleh sebagai warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri. Mereka pun tetap mencari cara untuk merasakan Ramadan seperti halnya di Indonesia.
 
Suasana hangat kebersamaan terasa memenuhi kediaman resmi Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun di  Beijing, Tiongkok. Sekitar 150 orang masyarakat Indonesia di Beijing hadir dalam acara buka puasa bersama pada 13 Juni 2018.  Acara di penghujung Ramadan ini merupakan kali kedua buka puasa bersama dilaksanakan di Wisma Duta.
 
Ustadz Ahmad Muhlisin menyampaikan tausiahnya dalam acara tersebut. Ustadz Ahmad mengingatkan kembali akan pentingnya menjaga tali silaturahmi dan mempererat persaudaraan dengan sesama umat beragama.


Ustadz Ahmad Muhlisin memberikan Tausiah (Foto: KBRI Beijing).
 
"Indonesia sejatinya terdiri dari beragam suku bangsa dan agama. Oleh karena itu, perbedaan seharusnya bukan menjadi penghambat, namun justru menjadi modal untuk bersama-sama memberikan kontribusi bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia," ujar Ustadz Ahmad dalam Tausiahnya, yang dikutip dari keterangan tertulis KBRI Beijing, yang diterima Medcom.id, Kamis 14 Juni 2018.
 
"Dalam ibadah yang dilakukan, hendaknya seluruh komponen bangsa senantiasa berdoa bagi terwujudnya negara Indonesia yang makmur dan sejahtera," imbuhnya.
 
Pesan-pesan moral dan etika beragama itu disampaikan Ustadz asal Riau tersebut dengan gaya bahasa segar yang menarik perhatian hadirin yang sebagian besar adalah mahasiswa.
 
Sementara Dubes Djauhari mengajak masyarakat Indonesia di Tiongkok untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan persatuan. "Keragaman dan perbedaan seharusnya menjadi kekuatan untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia," ucapnya.
(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.