Kejayaan Parsel Cikini kian Memudar

Media Indonesia - 14 Juni 2018 09:01 wib
Parsel dijajakan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Foto
Parsel dijajakan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Foto Medcom.id Gema Arinda Tanjung

Jakarta: Jalan Pegangsaan Timur, Menteng, Jakarta Pusat, tak pernah tidur menjelang Hari Raya Idulfitri. Tepat di seberang Stasiun Cikini, trotoar dipenuhi bingkisan (parsel) keranjang berisi aneka ragam kue kering dan minuman. Mobil dan motor terpantau ramai parkir menjelang tengah malam.
 
Idulfitri merupakan momentum sejumlah pedagang parsel meraih keuntungan. Setiap hari ada saja pembeli yang datang dan membeli parsel dalam jumlah banyak. Ita, 49, pemilik Sayang Parcel, mengaku di pagi hari saja ada 4-5 pengunjung. Hingga malam bisa sampai 10 pengunjung.

"Sebenarnya keuntungannya sama saja dari tahun ke tahun karena kan harga makanan juga ikut naik. Sekarang nih ramainya beberapa hari mau Lebaran," kata Ita yang mengaku sudah 4 tahun berdagang di Pasar Kembang Cikini.

Baca: Pembeli Parsel Lebih Suka Datang Tengah Malam

Berkaca ke belakang, pedagang parsel di Cikini mulanya berdagang di lapak Stasiun Cikini sisi Jalan Pegangsaan Barat. Mereka berdagang bersama pedagang bunga. Namun, pada 2013 mereka digusur dari Stasiun Cikini oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) (persero). Mereka direlokasi ke pusat perbelanjaan Cikini Gold Center (CGC), yang berada persis di seberang Stasiun Cikini.

Andi, 39, pemilik D&T Parcel, mengaku dinamika berjualan parsel cukup tinggi. Namun sejak menempati lantai 1 CGC, penjualan parselnya menurun. Bisnisnya bertahan lantaran ia juga menerima pesanan hantaran lamaran.

"Dua tahun belakangan sepi pembeli. Entah karena sudah tidak tren lagi atau kondisi ekonomi dolar naik jadi daya beli juga berkurang," tutur Andi.

Hampir sebulan Andi membuka gerainya di trotoar Jalan Pegangsaan Timur, baru satu perusahaan yang memesan dari tokonya. Biasanya dua pekan menjelang Lebaran, beberapa perusahaan dan langganannya memesan di lapaknya.

Saat ini, katanya, lebih banyak orang yang datang sudah membawa makanan sendiri dan dipercantik di tokonya.

"Setiap toko di sini punya langganan. Kebanyakan yang dibeli bukan parsel, melainkan jasa mendekornya," imbuhnya.

Untuk biaya, lanjut Andi, tergantung pada jumlah makanan yang dibawa. Paling murah jasa pembungkusan Rp125 ribu, sudah termasuk keranjang dan aksesori. Untuk barang pecah belah, seperti gelas dan piring dipatok Rp180 ribu sampai Rp200 ribu.

Selain itu, Andi juga menjual parsel makanan dan gelas serta piring. Paling murah ia mematok makanan yang sudah dibingkis seharga Rp150 ribu sampai Rp950 ribu. Ukuran parsel pun beragam, dari yang mulai ukuran sedang setinggi 30 cm sampai hampir dua meter. Untuk keramik satu set dari yang harga Rp200 ribu sampai Rp3 jutaan. Sementara, hiasan kaligrafi sekitar Rp2,5 jutaan.

Saat ini Andi mengaku belum bisa mengatakan berapa omzetnya berdagang parsel. Pasalnya, omzet biasa dihitung lepas Lebaran. Namun, dari dua tahun ini omzet berkurang 10%-30%. "Langganan sih ada cuma tidak seramai dulu." pungkas Andi.


(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.