• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Tradisi Prepegan Menyambut Lebaran

Kuntoro Tayubi - 14 Juni 2018 13:32 wib
Pasar Desa Larangan saat Prepegan ramai warga. (Medcom.id
Pasar Desa Larangan saat Prepegan ramai warga. (Medcom.id /Kuntoro Tayubi)

Brebes: Prepegan diartikan sebagai situasi menjelang atau menyambut Hari Raya Idulfitri. Proses menyambut hari raya tersebut ditandai dengan prepegan cilik yakni H-3 sebelum jatuhnya Idulfitri dan prepegan gede H-1. 

"Istilah prepegan berasal dari bahasa Jawa yakni mrepeg yang maknanya mendesak, urgen, mendadak, ketergesaan. Karena itulah prepegan merupakan momen tertentu perayaan hari hari besar agama," kata Kasi Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata Brebes, Wijanarto, Kamis, 14 Juni 2018. 

Ciri menarik dari prepegan, kata budayawan ini, melonjaknya kebutuhan dan ramainya pasar. Sirkulasi perputaran uang cukup besar, ceruk ekonomi ditandai dengan melonjaknya produk-produk kebutuhan tertentu yang dibutuhkan hingga harga yang melambung tinggi. 

Tak jarang dalam prepegan manusia menjadi makhluk konsumtif, makhluk pembelanja (homo sumptibus). Antara kebutuhan hidup dan gaya hidup berpadu jadi satu. Dalam konteks yang menarik prepegan menggeser makna ritual spiritual menjadi profantik (duniawi). 

Pasar, iklan, komodifikasi membentuk perilaku manusia dalam memaknai makna Idulfitri pada konteks prepegan. Namun sisi positif arti prepegan membentuk mobilitas ekonomi dan kreativitas ekonomi terasah. Pasar menjadi dinamis.

"Pada pasar tradisional waktu prepegan menjadi ritus belanja yang luar biasa. Bertemunya penjual dan pembeli, banyaknya barang yang dibeli serta datangnya pemudik ke kampung halaman menambah riuh ramainya situasi prepegan," ungkapnya. 

Arus kemacetan di lingkungan pasar saat prepegan menjadi arena pertemuan sosial yang terjadi setahun sekali. Produk kebutuhan unik menjadi ciri prepegan, seperti penjual selongsong ketupat, penjual baju koko, peci dan nisan makam salah satunya.

Warga Desa Larangan, Kermi Wahyu ditemui saat  belanja di pasar Larangan mengakui hal itu. Tradisi prepegan telah menggerakkan ekonomi daerah.

"Yang tadinya cuma mau lihat lihat dagangan akhirnya belanja. Padahal dari rumah tidak ada niat, " katanya sambil tersenyum. 

Pasar Tradisional Desa Larangan adalah salah satu di antara puluhan pasar di wilayah Kabupaten Brebes yang ramai warga saat prepegan. Tidak sedikit efek prepegan membuat arus lalulintas di sekitarnya menjadi padat, sehingga menimbulkan antrean kendaraan.


(LDS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.