BNPB: Tak Apa Cerewet, Asal Korban Covid-19 Tidak Berderet

    Achmad Zulfikar Fazli - 02 Mei 2021 10:14 WIB
    BNPB: Tak Apa Cerewet, Asal Korban Covid-19 Tidak Berderet
    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)atau Ketua Satgas Covid-19, Letjen Doni Monardo menyosialisasikan pentingnya mitigasi bencana dan safari ramadan tunda mudik ke daerah-daerah. Dok. BNPB



    Jakarta: Memasuki minggu ketiga Ramadan 2021, nyaris tiada hari berlalu tanpa cerewet. Kata cerewet menjadi kosakata kunci Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Ketua Satgas Covid-19, Letjen Doni Monardo.

    Bahkan, Doni bisa dijuluki orang paling cerewet pekan pekan ini. Dia bersama anggota BNPB atau Satgas Covid-19, serta para perwakilan kementerian atau lembaga, hampir setiap minggu kunjungan kerja ke berbagai daerah untuk sosialisasi pentingnya mitigasi bencana dan safari ramadan bertema tunda mudik.






    “Dalam banyak kesempatan, beliau selalu mengatakan, ‘tidak mengapa badan lelah, mulut cerewet. Semua ini demi memutus mata rantai penularan covid-19’. Jadi intinya kurang lebih, tidak mengapa cerewet asal jumlah korban korona tidak berderet,” ujar Tenaga Ahli BNPB Egy Massadiah, dalam keterangan tertulis, Minggu, 2 Mei 2021.

    Setelah safari ramadan ke Batam, Medan, Banda Aceh, hingga Simeulue dan Nias, Doni bersama anggota BNPB atau Satgas Covid-19 melanjutkan perjalanan ke Riau, Pekanbaru. Doni dkk sempat berhenti sejenak di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Cilacap, Jawa Tengah, dan Cirebon, Jawa Barat.

    “Kami baru kembali kemarin, Kamis 29 April. Hari terakhir kami rakor di pendopo Kabupaten Cirebon. Hadir juga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melalui daring,” ujar Egy.

    Baca: 4.512 Kasus Covid-19 Terdeteksi dalam Sehari

    Ada tiga bahasan pokok dalam rakor maraton yang berlangsung sekitar empat jam itu. Pertama, perkembangan covid-19. Kedua, penanganan dan pengamanan kebijakan pemerintah terkait peniadaan mudik, atau larangan mudik. Ketiga, mitigasi bencana, mengingat Jawa Barat paling sering dilanda bencana alam, ketimbang provinsi lain.

    Salah satu catatan menarik dari rakor terkait larangan mudik ialah rumusan hasil rapat koordinasi tingkat Forkopimda Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya melakukan langkah antisipasi melihat perkembangan banyaknya pemudik yang mencuri start serta melewati jalur tikus.

    Atas paparan para pihak, Doni mengaku lega dan bangga. Terasa ada kekompakan dan satu komando terkait larangan mudik, mulai dari instruksi Presiden Joko Widodo hingga ke petugas pelaksana yang paling bawah. Bahkan Doni terkesan dengan pola sosialisasi yang dalam waktu sekejap dan real time bisa menjangkau hingga ke seluruh Ketua RW yang ada di Jawa Barat melalui broadcast media sosial.
     

    Halaman Selanjutnya
      Hablum Minal Alam Usai…


    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id