Hari Pertama Ramadan Harga Gula Belum Normal

    Ilham wibowo - 24 April 2020 09:41 WIB
    Hari Pertama Ramadan Harga Gula Belum Normal
    Foto: dok MI.
    Jakarta: Komoditas gula pasir, bawang merah, dan bawang putih memasuki hari pertama Ramadan level harga per kilogramnya masih berada di atas batas eceran tertinggi. Kondisi tersebut merata secara nasional.

    Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto mengatakan pihaknya telah memantau ratusan pasar modern dan tradisional yang tersebar di 96 kabupaten atau kota di 34 provinsi. Pantauan juga dilakukan di gudang distributor bersama satuan satgas pangan.

    "Kami pantau di 223 pasar sampai saat ini umumnya dalam keadaan relatif normal, kecuali memang ada beberapa komoditi yang belakangan ini masih di atas harga acuan atau harga eceran yang kamj tentukan," kata Suhanto saat pemaparan virtual, Kamis, 23 April 2020.

    Menurut Suhanto, harga eceran gula pasir, bawang merah dan bawang putih terpantau belum stabil. Harga gula masih berada di kisaran Rp18 ribu-Rp20 ribu, sementara ketetapan harga eceran tertinggi (HET) hanya Rp12.500 per kilogram.

    "Bawang merah dibandingkan sebulan lalu ada kenaikan 13 persen. Begitu juga gula pasir masih ada kenaikan dibanding bulan lalu, sekarang harganya Rp18 ribuan," ungkapnya.

    Saat ini, upaya untuk menekan harga eceran telah dilakukan dengan memperkuat pasokan melalui impor gula kristal putih (GKP) yang nantinya diolah menjadi gula konsumsi. Izin dan penugasan telah diterbitkan kepada perusahaan BUMN yakni Perum Bulog 50 ribu ton, PT PPI 50 ribu ton, RNI 50 ribu ton.

    "Juga dilakukan relokasi stok gula mentah yang ada di industri sebanyak 250 ribu ton untuk diolah menjadi gula kristal putih siap konsumsi bagi masyarakat," paparnya.

    Langkah mempercepat pemenuhan pasokan stok sangat penting untuk mengendalikan harga. Ia berharap langkah-langkah yang disiapkan bisa membuat harga gula tersebut kembali normal menjelang Lebaran.

    "Kami membuat kesepakatan dengan produsen agar menjual gula ke distributor paling mahal Rp11.200. Harapan kami distributor akan menjual ke pengecer akhir paling tinggi adalah Rp12 ribu, dengan demikian ritel modern dan para pengecer di pasar-pasar bisa menjual gulanya dengan HET," tuturnya.

    Sementara untuk komoditas bawang putih, Suhanto menuturkan harga eceran sudah mengalami penurunan. Kondisi menuju harga normal diyakini bisa dilakukan dalam waktu dekat dengan masuknya pasokan impor.

    "Perlu kami laporkan bahwa bawang putih sekarang posisinya relatif turun dibanding sebulan sebelumnya. Kalau sebulan sebelumnya bawang putih berada di harga Rp45 ribu atau Rp47 ribu, saat ini rata-rata nasional bawang putih sudah berada di angka Rp38 ribu," ucapnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id