Aturan SIKM di Jakarta Ditargetkan Rampung Pekan Ini

    Kautsar Widya Prabowo - 28 April 2021 03:28 WIB
    Aturan SIKM di Jakarta Ditargetkan Rampung Pekan Ini
    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo/Medcom.id/Kautsar



    Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menggodok aturan atau standar prosedur operasional (SOP) mengurus surat izin keluar masuk (SIKM). SIKM bakal diberlakukan saat larangan mudik berjalan sejak 6-17 Mei 2021.

    "Disiapkan SOP-nya, target kita minggu ini (selesai)," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 27 April 2021.






    Syafrin menyebut dalam merumuskan aturan tersebut diperlukan keputusan gubernur (kepgub) yang merujuk pada adendum Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik, dan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idulfitri 1442 Hijriah. Kepgub itu akan disebarkan ke seluruh kelurahan di wilayah administrasi DKI Jakarta.

    "Kami harapkan pada saat mulai diberlakukannya larangan mudik, seluruh kelurahan itu sudah siap dalam melayani masyarakat yang melakukan perjalanan pada masa larangan mudik untuk kegiatan yang dikecualikan," jelasnya.

    SIKM menjadi syarat yang harus dipenuhi masyarakat umum dan pekerja informal yang hendak keluar masuk. SIKM hanya untuk masyarakat yang memiliki urusan darurat, seperti kunjungan keluarga sakit, keluarga meninggal, serta mendampingi ibu hamil dan persalinan.

    "Begitu yang bersangkutan akan berangkat naik bus salah satu yang diminta adalah surat dari kelurahan (SIKM)," jelasnya.

    Baca: Pemprov DKI Berlakukan SIKM saat Larangan Mudik 6-17 Mei 2021

    Aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN/BUMD, prajurit TNI, dan anggota Polri yang akan keluar kota saat larangan mudik, harus mengantongi surat izin dari pejabat setingkat eselon II. Sedangkan, pegawai swasta harus mendapat surat izin dari pimpinan perusahaan.

    "Kami mengimbau setiap yang melakukan perjalanan dibekali hasil rapid tes antigen atau swab PCR negatif. Karena rekan-rekan kepolisian akan menanyakan," tuturnya.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id