comscore

BMKG: Curah Hujan Meningkat Saat Arus Balik Lebaran

Antara - 05 Mei 2022 13:59 WIB
BMKG: Curah Hujan Meningkat Saat Arus Balik Lebaran
Pemudik menerobos hujan saat melintas di jalur Pantura, Indramayu, Jawa Barat. Branda Antara/Dedhez Anggara/
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi peningkatan curah hujan pada arus balik Lebaran 2022. Itu berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terbaru pada Kamis, 5 Mei 2022.

"Peningkatan curah hujan diprediksi antara 5-9 Mei 2022," ungkap Deputi Bidang Meteorologi Guswanto dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis, 5 Mei 2022.
Dia menerangkan kondisi itu dipicu beberapa pola siklonal. Yaitu di sekitar Samudera Hindia sebelah barat laut Aceh, perairan Maluku, dan sebelah utara Kalimantan Utara.

Guswanto mengatakan peningkatan curah hujan juga dipicu adanya aktivitas Gelombang Atmosfer Rossby Wave yang aktif di sekitar Sumatra bagian utara. Berdasarkan kondisi itu, BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat  disertai petir dan angin kencang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Antara lain di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, dan Papua," papar dia.

Baca: Arus Balik, 2 Juta Kendaraan Diprediksi Menuju Jakarta

Dia menjelaskan hingga 9 Mei 2022 potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat memengaruhi kondisi penerbangan perlu diwaspadai. Yakni awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen (OCNL/Occasional) di berbagai daerah. 

"Seperti di perairan barat Aceh, Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Laut Jawa bagian barat dan tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat," ungkap dia.

Selanjutnya, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Kemudian, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Laut Banda, Laut Arafuru, Papua Barat, dan Papua.

"Kemudian awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial lebih dari 75 persen (FRQ/Frequent) di Laut Arafuru dan Perairan barat Aceh," kata Guswanto.
 

Dia melanjutkan perihal informasi gelombang tinggi. Yakni perairan dengan gelombang sedang (1,25-2,50 m) yakni Perairan timur Kepulauan Mentawai, Selat Malaka bagian tengah,  Perairan timur Riau, dan Laut Natuna Utara.

Kemudian, Perairan Kepulauan Anambas-Natuna, Laut Natuna, Selat Karimata Laut Jawa, Perairan Kepulauan Kangean, Laut Sumbawa, dan Selat Makassar bagian selatan. Selanjutnya, Perairan Kepulauan Selayar, Laut Flores, Selat Sumba, Laut Sawu bagian utara, Selat Ombai, dan Perairan selatan Baubau-Wakatobi.

Lalu, Laut Banda, Perairan selatan Pulau Buru- Pulau Seram, Laut Seram bagian timur, Perairan Kepualuan Kei-Aru, Laut Sulawesi, dan Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud. Selanjutnya, Laut Maluku bagian utara, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat hingga Papua, dan Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

Kemudian area perairan dengan gelombang tinggi (2,50-4,0 m) berada di Selat Malaka bagian utara, Perairan timur Kepualuan Simeulue, Kepulauan Nias, Perairan Enggano, Bengkulu, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba.

Berikutnya, Selat Bali-Lombok-Alas-Sape bagian selatan, Laut Sawu bagian selatan, Perairan Kupang-Pulau Rotte, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara, Perairan selatan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru.

Baca: Gelombang Tinggi Diprediksi Terjadi di Sejumlah Perairan

Area perairan dengan gelombang sangat tinggi (4,0-6,0 m) diprediksi di Perairan utara P.Sabang, Perairan barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Sumatra, dan Samudra Hindia selatan Jawa.

"BMKG mengimbau masyarakat terutama yang akan melakukan perjalanan mudik atau balik agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem periode sepekan ke depan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi," terang Guswanto. 


(LDS)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id