Kakorlantas Sebut Jalur Selatan Jalur Favorit bagi Pemudik Bandel

    Media Indonesia.com, Yakub Pryatama Wijayaatmaja - 16 April 2021 07:39 WIB
    Kakorlantas Sebut Jalur Selatan Jalur Favorit bagi Pemudik Bandel
    Kakorlantas Polri Irjen Istiono memantau lalu lintas dari kamera tilang elektronik. Foto: Istimewa



    Jakarta: Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Istiono menyebut jalur selatan merupakan jalur favorit bagi pemudik untuk menghindari penyekatan. Polisi akan mengantisipasi gerak pemudik bandel tersebut.

    "Hari ini kita cek ya pantauan jalur selatan. Ini jalur penting dari Tasikmalaya, Ciamis sampai Banjar sampai Majenang. Kesiapan dari teman-teman kapolres Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar sudah all out sudah bagus sekali dan tinggal sekarang memanage saja," kata Istiono kepada wartawan, Kamis, 15 April 2021.






    Istiono memastikan kesiapan di jalur selatan untuk menyekat para pemudik pada 6-17 Mei 2021 sudah maksimal. Petugas bahkan disiapkan di jalur-jalur tikus.

    "Jadi untuk larangan mudik lebaran sudah siap di titik-titik penyekatannya ini. Karena di Jawa Barat disiapkan 4 jalur yang harus diwaspadai, yaitu jalur pantura, jalur tengah, jalur selatan, dan jalur-jalur sekatan lainnya termasuk jalur tikus," kata dia.

    Istiono menekankan jajarannya berjaga 24 jam selama pemberlakuan peniadaan mudik 6-17 Mei 2021. Petugas nantinya berjaga secara bergantian, termasuk di jalur tikus.

    "Kita all out 24 jam. Kita bagi 8 jam, 8 jam, 8 jam jadi tugas kita semua siap 24 jam penuh untuk menjaga pos. Ada 3 sif," tegas dia.

    Baca: Ini Sanksi Bagi Pengemudi Travel Gelap pada 6-17 Mei 2021

    Pemberlakuan 3 sif ini dilakukan untuk mencegah kelengahan petugas dari para pemudik. Pemudik diyakini akan melakukan berbagai upaya untuk lolos dari penyekatan.

    "Pos penyekatan ada 333 titik. Ini kita tambah dari hasil evaluasi tahun lalu, yaitu 146 titik. Penambahan ini termasuk di jalur-jalur tikus ya," kata dia.

    Jenderal bintang dua ini menegaskan sanksi yang diberlakukan bagi para pemudik hanya diminta memutar balik kendaraan. Sebab, operasi keselamatan ini merupakan operasi yang mengedepankan humanis dan persuasif.

    "Ya, sanksi operasi ini adalah operasi kemanusiaan jadi tindakan kita tetap persuasif humanis. Tindakan sanksi hukum hanya putar balik arah saja. Dan kita mengandalkan kesadaran masyarakat untuk tidak mudik," kata dia.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id