Jelang Masa Larangan Mudik, Penumpang di Terminal Tanjung Priok Turun 20%

    Hilda Julaika - 30 April 2021 07:01 WIB
    Jelang Masa Larangan Mudik, Penumpang di Terminal Tanjung Priok Turun 20%
    Ilustrasi Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara. Antara/Pradita Utama



    Jakarta: Jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Tanjung Priok, Jakarta Utara, menurun menjelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Namun, pihak terminal tetap memperketat keberangkatan maupun penerapan protokol kesehatan (prokes) bagi para calon penumpang.

    "Belum ada lonjakan (penumpang). Tapi kami tetap menyiapkan semua termasuk sarana dan prasarana prokes, ruang tunggu, dan lain sebagainya mengantisipasi jika terjadi lonjakan penumpang," ujar Kepala Terminal Tanjung Priok, Muzofar Surya Alam, dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 April 2021.






    Jofar, sapaan akrabnya, mengatakan penurunan jumlah calon penumpang dari Terminal Tanjung Priok disebabkan pengetatan keberangkatan maupun prokes. Dia mencontohkan armada bus yang diberangkatkan ada 84 bus dengan 261 penumpang pada 1 April 2021. Jumlah ini terus mengalami penurunan, hingga per 28 April 2021, tercatat jumlah armada bus yang diberangkatkan berjumlah 60 bus dengan 109 penumpang.

    "Kecenderungan yang terjadi justru penurunan jumlah penumpang sampai sekitar 20 persen," ungkapnya.

    Jofar mengatakan sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah yang meniadakan aktivitas mudik lebaran, Terminal Tanjung Priok tidak melayani bus AKAP pada 6-17 Mei 2021. Hal ini sesuai Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

    "Kami selaku pengelola Terminal Tanjung Priok sudah menyosialisasikan kepada setiap pengurus PO bus, pengurus bus, dan penumpang bahwa terhitung 6-17 Mei 2021 Terminal Tanjung Priok dipastikan tidak mengadakan layanan transportasi umum bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Terminal Tanjung Priok hanya melayani bus untuk tujuan Jabodetabek," terangnya.

    Baca: Kakorlantas: Titik Penyekatan Mudik di Jawa Timur Sudah Siap

    Jofar menambahkan pihaknya akan terus melakukan pengetatan mudik sampai periode pelarangan mudik. "Kami lakukan pengetatan mudik salah satunya dengan penerapan protokol kesehatan bahwa setiap awak bus dan calon penumpang yang akan berangkat harus melalui pemeriksaan kesehatan dan wajib tes GeNose C19. Kalau hasilnya layak untuk berangkat (negatif covid-19) baru bisa diberangkatkan," ucapnya.

    Pihaknya juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk menyiapkan sejumlah posko di Terminal Tanjung Priok. Mulai Jumat, 30 April 2021, sudah mulai diaktifkan posko kesehatan.

    "Selain posko kesehatan ada juga nanti posko BNN, posko ramp check dari UP-PKB Cilincing untuk inspeksi keselamatan angkutan bus di Terminal Tanjung Priok, dan juga ada posko terpadu," ujarnya.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id