8 Tahapan yang Harus Dilalui Jemaah Haji di Masa Pandemi

    Fachri Audhia Hafiez - 28 April 2021 09:12 WIB
    8 Tahapan yang Harus Dilalui Jemaah Haji di Masa Pandemi
    Suasana ibadah umrah perdana selama pandemi covid-19. AFP



    Jakarta: Otoritas Arab Saudi belum memberikan keputusan terkait pelaksanaan Haji 2021. Namun, Kementerian Agama (Kemenag) sudah menyusun tahapan yang mesti dilalui jemaah.

    "Kami terus mempersiapkan berbagai skenario serta mitigasinya. Termasuk, alur pergerakan jemaah, jika ada pemberangkatan," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag Ramadan Harisman dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 April 2021.






    Ramadan mengatakan ada beberapa penyesuaian penyelenggaraan haji selama masa pandemi. Terutama, diberlakukannya protokol kesehatan.

    Menurut dia, terdapat delapan tahapan mengenai alur pergerakan jemaah haji. Ketentuan ini disusun dengan tujuan memastikan keselamatan dan keamanan jemaah.

    Pertama, jemaah haji wajib divaksin. Setiap jemaah haji wajib menjalankan dua vaksinasi yaitu, vaksinasi covid-19 dan meningitis.

    "Untuk vaksinasi covid-19, saya berharap Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) di tiap provinsi harus memastikan jemaah haji yang akan berangkat sudah divaksin," ucap Ramadan.

    Kedua, kewajiban karantina di asrama haji selama 3x24 jam. Jemaah juga mesti menjalani tes usap (swab) antigen saat tiba di asrama.

    "Pada hari ketiga, dilakukan tes PCR swab kembali bagi jemaah. Jika hasilnya negatif, jemaah haji berangkat ke Arab Saudi. Jika hasilnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri di asrama haji," jelas Ramadan.

    Ketiga, pelaksanaan karantina hotel di Makkah. Jemaah haji dikarantina selama 3x24 jam di hotel dengan kapasitas maksimal dua orang per kamar.

    Keempat, miqat dengan protokol kesehatan. Kelima, umrah wajib dan thawaf ifadhah juga wajib memperhatikan protokol kesehatan.

    Baca: Kemenkes Komitmen Dukung Syarat Calon Jemaah untuk Ibadah Haji dan Umrah

    Ramadan menyebut jemaah diberikan kesempatan ke Masjidil Haram sebanyak tiga kali ketika melaksanakan umrah wajib dan thawaf ifadhah. "Karena saat ini memasuki Masjidil Haram juga perlu memperhatikan ketentuan yang ditetapkan," ujar Ramadan.

    Keenam, jemaah yang tiba di Madinah setelah melalui rangkaian ibadah haji akan ditempatkan di hotel-hotel. Komposisinya satu kamar ditempati dua orang.

    "Jemaah akan tinggal di Madinah selama tiga hari. Sehingga, tidak ada pelaksanaan Salat Arbain," ucap Ramadan.

    Ketujuh, kewajiban tes usap PCR sebelum pulang ke Indonesia. Pada hari keempat, jemaah haji akan dipulangkan ke Tanah Air melalui Bandara Madinah.

    "Jika hasilnya negatif, jemaah haji dipulangkan ke Tanah Air. Jika hasilnya positif akan dilakukan isolasi mandiri di hotel di Madinah," ujar Ramadan.

    Kedelapan, jemaah harus mengikuti tes usap antigen setelah tiba di Tanah Air. Tes dilakukan di asrama haji.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id