comscore

Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah

Lampost - 30 April 2022 03:40 WIB
Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah
Tausiyah serba serbi zakat di Masjid Nursyiah Daud Paloh Lampung
Jakarta: Ramadan sudah berlangsung hampir genap sebulan. Umat Islam tengah mempersiapkan diri dalam menyambut Idulfitri 1443 H, termasuk menunaikan kewajiban membayar zakat fitrah.

Ustaz Sobih Adnan menjelaskan sebagian dari umat Islam sering kali masih dibingungkan perbedaan antara zakat, infak, maupun sedekah. Menurut Sobih, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diambil dari harta tertentu dan wajib diserahkan kepada golongan tertentu (mustahik). 
"Sedangkan sedekah lebih mirip donasi atau sumbangan sukarela. Itu pun jika tidak dikaitkan dengan nazar," kata Sobih, dalam Kajian Jumat Pagi, Kitab Riyadhus Shalihin, Bab 216: Serba-serbi Zakat, di Masjid Nursiah Daud Paloh (NDP) Lampung, Kompleks HU Lampung Post , Jumat, 29 April 2022.

Baca: Besaran Zakat Fitrah 2022 Wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat, Beras dan Uang Tunai

Sementara itu, pengertian infak diambil dari kata 'nafaqa' yang bermakna keluar. Artinya, apapun bentuk dari proses mengeluarkan atau mendonasikan harta bisa disebut infak.

"Setiap zakat adalah infak, tetapi tidak semua infak adalah zakat. Sebab, bisa juga dalam bentuk sedekah," kata dia.

Secara bahasa, lanjut dia, zakat memiliki tiga makna, yakni penyucian, pengembangan, dan keberkahan. 

"Zakat menyucikan jiwa juga mampu mengembangkan keperiadian orang yang berzakat," kata dia.

Sobih juga merujuk QS. Al-Baqarah: 261 yang berbunyi;

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."

"Itu pun dengan syarat, zakat harus ditunaikan secara jujur dan ikhlas," sambung dia.

Sedangkan kecenderungan berjejernya perintah zakat setelah seruan mendirikan salat lebih menunjukkan bahwa Islam tidak cuma hadir dalam bentuk penghambaan manusia kepada Tuhannya tetapi juga menekankan prinsip sosial.

"Lafaz 'Aqimu as-shalah, wa atuz zakat' disebutkan lebih dari 80 kali di dalam Al-Qur'an. Ini menunjukkan penting bagi kita untuk menjaga hubungan dengan Allah, sekaligus hubungan dengan sesama manusia," kata dia.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id