Pemudik Pilih Transportasi Darat Ketimbang Udara

    Sonya Michaella - 09 Juni 2019 06:20 WIB
    Pemudik Pilih Transportasi Darat Ketimbang Udara
    Ilustrasi. Sejumlah penumpang berjalan di area parkir pesawat saat tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Foto: Antara/ Aji Styawan
    Balikpapan: Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubda Kemenhub) Polana Banguningsih Pramesti menyebutkan terjadi tren penurunan jumlah penumpang pesawat udara untuk mudik di sejumlah wilayah. Masyarakat lebih memilih alternatif transportasi darat pada saat Lebaran 2019. 

    “Jumlah penumpang turun rata-rata 20-30 persen, di Jawa terutama dialami bandara di Solo dan Semarang,” kata Polana dilansir Antara, Sabtu, 8 Juni 2019.

    Bandara-bandara di Jawa, menurut Polana, menerima dampak dari pembangunan dan pengaturan transportasi darat yang semakin baik. Hal tersebu dengan hadirnya jalan tol yang sudah tersambung dari barat ke timur dan utara-selatan. Kemudian fasilitas pompa bensin dan kawasan istirahat yang memadai sehingga perjalanan darat menjadi alternatif yang signifikan.

    Baca juga: Puncak Arus Balik Kereta Api Diprediksi Minggu

    Penurunan penumpang pesawat udara juga disebabkan jadwal liburan sekolah yang tidak bersamaan dengan jadwal libur Lebaran seperti 2018 lampau. Selain itu, penurunan juga dipengaruhi pengaturan hari libur yang cukup panjang.

    Sementara itu, jumlah penumpang di Bandara Sepinggan Balikpapan mengalami dampak mulai beroperasinya Bandara APT Pranoto di Samarinda sejak Oktober 2018 lalu. Untuk sejumlah tujuan seperti Jakarta atau Surabaya, penumpang dari utara Kaltim seperti Sangatta atau Bontang lebih memilih bandara yang dikelola Pemprov Kaltim tersebut karena lebih dekat.

    “Kami mengalami penurunan hingga 36 persen,” kata General Manager Angkasa Pura I Sepinggan Farid Indra Nugraha yang mendampingi Dirjen Hubda Polana. 

    Baca juga: Kapolda Metro Berharap Puncak Arus Balik Terjadi Sabtu Malam

    Pada 2018 lalu penumpang mudik via Bandara Sepinggan mencapai 199.922 orang, tahun 2019 ini menjadi 141.267 orang. Jumlah kargo dan bagasi juga mengalami penurunan mencapai 50 persen. 

    “Bagasinya dari 1.956.622 kg menjadi separuhnya saja, 976.221 kg, kargo juga menurun dari 1.476.535 kg menjadi 767.967 kg," ujarnya.  

    Namun demikian, tak semua bandara mengalami penurunan penumpang. Dirjen Hubda Bandara Dominique Edward Osok mengatakan penerbangan di Sorong, Papua Barat, justru mengalami kenaikan jumlah penumpang hingga 20 persen. 

    "Jumlah penumpang lewat Bandara Ngurah Rai di Bali juga tetap. Orang tentu tetap liburan ke Bali,” ucapnya. 

    (BOW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id