Empat Kerawanan Keamanan Jelang Idulfitri

    Mulyadi Pontororing - 06 Juni 2018 13:53 WIB
    Empat Kerawanan Keamanan Jelang Idulfitri
    Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
    Manado: Wakapolda Sulut Brigjen Jhoni Asadoma mengungkapkan ada empat potensi kerawanan keamanan jelang perayaan Idulfitri 2018. Empat hal ini menjadi perhatian jajaran Polri.

    Pertama, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Pada 2017, stabilitas harga pangan secara umum dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan.

    "Hal itu dapat diwujudkan berkat kerja sama dari semua instansi terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), maupun Satgas Pangan Polri," katanya saat membacakan amanat Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mapolda Sulut, Manado, Rabu, 6 Juni 2018.

    Pada 2018, potensi permasalahan masih berkisar pada masalah distribusi pangan, upaya penimbunan oleh kelompok kartel atau mafia pangan, maupun perilaku negatif pelaku usaha yang menaikkan harga.

    Kedua, permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik. "Sekurangnya terdapat enam lokasi rawan macet pada jalur utama mudik Lebaran," bebernya.

    Pimpinan Polri menekankan seluruh personel, terutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan, benar-benar memantau secara cermat. Berbagai strategi disiapkan.

    "Optimalkan pelayanan pada 3.097 pos pengamanan, 1.112 pos pelayanan, 7 Pos Terpadu, dan 12 pos check point yang digelar selama penyelenggaraan operasi," tegasnya.

    Ketiga, potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya. Mulai dari curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis.

    "Untuk itu, para Kasatwil diharapkan dapat mengambil langkah preemtif (penanggulangan) maupun preventif (pencegahan)."

    Dia berharap seluruh Kasatwil dapat terus berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG, dan pihak terkait dalam upaya mengamankan perayaan Idulfitri dari bencana.

    Keempat, ancaman tindak pidana terorisme. Kapolri menekankan kepada seluruh Kasatwil untuk terus meningkatkan deteksi intelijen yang diimbangi penegakan hukum secara tegas guna mengantisipasi potensi ancaman tersebut.

    Salah satunya lewat optimalisasi peran Satgas Anti-Teror di seluruh polda dan jajaran. Tak kalah penting, tambahnya, adalah pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, markas Polri, serta aspek keselamatan personel pengamanan harus menjadi perhatian.

    "Perkuat pengamanan pada objek-objek tersebut dan laksanakan pendampingan personel pengamanan oleh personel bersenjata (buddy system)," tegasnya.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id