comscore

Catat! 5 Kesalahan saat Membeli Properti Pertama

Rizkie Fauzian - 20 Juni 2022 18:19 WIB
Catat! 5 Kesalahan saat Membeli Properti Pertama
Kesalahan pembeli properti pertama. Foto: Shutterstock
Jakarta: Sebagai salah satu kebutuhan primer, permintaan akan properti selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkirakan hingga 2025 angka kebutuhan rumah di Indonesia mencapai 30 juta unit. 

Namun Hanya 18 persen calon pembeli properti yang memiliki seluruh pengetahuan yang cukup sebelum memutuskan memilih dan membeli rumah. Padahal nilai pembelian properti bisa mencapai ratusan hingga miliaran juta rupiah dan komitmen pembayaran bisa mencapai 20 tahun.
Baca juga: Beli Rumah Bekas, Periksa Dulu 6 Hal Ini

Ahli Properti dan Pembiayaan Pinhome Vina Yenastri memberikan tips mengenai kesalahan umum yang biasanya dilakukan pembeli properti di usia muda.

1. Kurang riset

Pertama tidak atau kurangnya melakukan riset yang cukup sebelum memutuskan untuk membeli properti yang diinginkan.

"Seringkali banyak pembeli properti di usia muda yang kurang melakukan riset lebih dalam, sehingga sangat terasa ketika sudah tinggal di hunian ternyata sangat jauh dari akses jalan dan tidak melihat suasana lingkungan sekitar hanya tergiur akan kondisi rumah saja,"jelas Vina. 

2. Tak memiliki tujuan

Membeli properti tanpa tujuan yang jelas hanya karena tekanan sosial. Tekanan sosial ini biasanya berasal dari kalangan terdekat seperti keluarga dan teman. 

"Di lingkungan sering ditemui membeli properti di usia muda hanya karena tekanan sosial dari lingkungan sekitar, jadi hanya langsung membeli saja tanpa cari tahu lebih dalam dan membuat strategi yang tepat ketika akan membeli rumah," ungkapnya.

3. Tidak memiliki tabungan dan investasi

Perlu diketahui bahwa sebelum membeli properti harus menyiapkan tabungan khusus properti untuk DP (down payment) yang berpengaruh terhadap lama cicilan properti. 

"Ketika membeli properti secara terburu-buru banyak sekali yang memiliki tabungan masih minim dan tidak memiliki investasi sehingga uang hanya habis untuk properti," ujar Vina

4. Tidak cek kondisi keuangan

Tidak mengecek kondisi keuangan dan tidak menyiapkan dana extra adalah kesalahan yang kerap dilakukan pembeli properti. Hal ini karena tidak menyiapkan tabungan yang cukup namun ingin segera membeli properti. 

Baca juga: Milenial, Begini Caranya Punya Rumah

"Kenyataannya biaya-biaya di awal untuk membeli properti seringkali berubah, beberapa hal yang bisa membuat berubah seperti nilai appraisal rumah tidak sesuai dengan harga transaksi, sebagai contoh bank ternyata memberikan plafon lebih kecil dari yang awalnya 85 persen sehingga kita hanya DP 15 persen, namun ternyata bank memberikan plafon hanya sebesar 70 persen sehingga kita harus menyiapkan dana lebih banyak untuk DP," jelasnya.

5. Berpikir jangka pendek

Kelima mengenai hanya memikirkan jangka pendek tanpa menganalisa kondisi keuangan dan tanggungan. Sebagian orang melakukan pembelian rumah dengan jumlah terbesar dengan komitmen terpanjang selama hidup. 

"Namun, masih banyak orang yang hanya ingin punya properti secara buru-buru tanpa tujuan jangka panjang terutama pembeli di usia muda hanya memilih rumah secara asal saja," kata Vina. 

(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id