Cara Membuat Lubang Biopori di Rumah

    Rizkie Fauzian - 17 Maret 2020 17:17 WIB
    Cara Membuat Lubang Biopori di Rumah
    Membuat lubang biopori di rumah. Foto: Lamudi Indonesia
    Jakarta: Salah satu permasalahan yang akan muncul di perkotaan adalah kurangnya pasokan air. Padatnya lahan hunian, membuat area untuk menanam tumbuhan hijau sebagai resapan air sangat kurang.

    Sebenarnya ada banyak cara yang dilakukan untuk menyeimbangkan pasokan air saat musim kemarau tiba, salah satunya dengan cara membuat lubang biopori buatan. Dilansir Lamudi Indonesia, berikut ini manfaat dan cara membuat lubang biopori.

    Apa itu Lubang Biopori?

    Lubang biopori adalah lubang buatan slindiris di dalam tanah ukurannya biasanya dibuat sedalam 100 cm. Nantinya lubang tersebut ditimbun dengan sampah organik, hal ini ini sengaja dilakukan untuk menghidupi fauna tanah seperti cacing sehingga dapat menciptakan pori-pori di dalam tanah.

    Pori-pori inilah yang akan menjadi jalan air dari lubang biopori ke dalam tanah sehingga dapat menyerap dengan baik air ketika musim hujan tiba dan menambahkan cadangan air tanah dalam menghadapi musim kemarau berikutnya.

    Manfaat Lubang Biopori?

    Selain dapat meningkatkan cadangan air dalam tanah, lubang biopori juga memiliki banyak manfaat contohnya seperti

        1. Mengubah sampah organik menjadi kompos. Kompos bisa dipanen setelah didiamkan selama 2-3 minggu.
        2. Mengurangi risiko banjir, karena dapat meningkatkan resapan air ke dalam tanah.
        3. Menyuburkan tanah.
        4. Apabila lubang dibuat di saluran got. Maka air got akan masuk ke lubang biopori jadi got tidak bau.

    Cara Membuat Lubang Biopori

    Bagi Anda yang ingin membuat lubang biopori berikut ini adalah cara membuatnya:

        Pertama, pilih lokasi yang tepat, biasanya jika di rumah, lokasi yang tepat untuk membuat lubang. Setelah menemukan lokasi yang cocok, basahi permukaan tanah dengan air untuk mempermudah membuat lubang.

        Kedua, buat lubang dengan diameter 8-10 cm dan kedalaman 100 cm, jangan sampai melampaui permukaan air tanah bila dangkal. Buatlah lebih dari satu lubang supaya mendapatkan penyerapan air yang lebih baik. Agar kuat, Anda bisa memberikan adukan semen di bibir lubang dengan tebal 2 cm.

        Ketiga, isi lubang dengan sampah organik hingga bibir lubang, Anda bisa mengisi ulang sampah tersebut jika mengalami pelapukan.

        Keempat, tutup lubang dengan penutup agar lubang tidak terinjak.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id