comscore

Milenial, Ini Tips Beli Rumah Pertama

Rizkie Fauzian - 23 Desember 2021 15:18 WIB
Milenial, Ini Tips Beli Rumah Pertama
Tips membeli rumah pertama untuk milenial. Foto: Shutterstock
Jakarta: Generasi milenial yang berada di rentang usia 24 hingga 39 tahun mungkin sudah memiliki atau sudah berencana membeli rumah dan hunian untuk masa depan. Saat ini mereka sedang berada di rentang usia produktif dan banyak di antaranya adalah konsumen properti untuk pertama kali.

Oleh karena itu, penting bagi generasi milenial untuk tahu apa saja yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah. Serta pertimbangan apa saja yang harus dipikirkan milenian dalam pembelian rumah.
Senior Sales and Business Development Pinhome Johanes Thung mengatakan salah satu hal yang harus diperhatikan generasi milenial dalam mencari rumah pertama adalah luas tanah dan luas bangunan. 

"Untuk pasangan suami-istri yang baru menikah, mungkin luas tanah sekitar 60 meter persegi dengan dua kamar tidur dirasa sudah cukup," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 Desember 2021.

Baca juga: Pencarian Rumah Secara Online Didominasi Usia 25 hingga 34 Tahun

Selain itu, affordability merupakan salah satu faktor esensial bagi orang-orang sebelum membeli properti. Faktor utama lain yang tak kalah pentingnya adalah lokasi properti yang sesuai dengan tempat mereka beraktivitas.

Ada beberapa faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan oleh generasi milenial saat membeli rumah pertama. Berikut ini beberapa tips dan triknya dikutip dari Pinhome.

Kenali karakteristik properti primer dan sekunder

Pilihan properti atau rumah primer dan sekunder memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, sesuai dengan kebutuhan pembelinya.

1. Properti primer (baru)

Memiliki keunggulan desain lebih modern karena biasanya properti ini merupakan bangunan baru. Oleh karena itu, pembayaran untuk rumah ini juga memiliki lebih banyak opsi dan administrasi yang lebih mudah untuk diurus dibandingkan rumah sekunder.

Namun rumah tipe ini juga memiliki kekurangan, yakni rumah tersebut belum tentu langsung bisa dihuni karena masih dalam pembangunan. Harga yang ditawarkan juga biasanya relatif mahal, kecuali properti tersebut masih dalam tahap konsep.

2. Properti sekunder (seken)

Properti sekunder juga memiliki keunggulan di mana properti ini tentu siap untuk dihuni dan cenderung memiliki harga yang lebih murah karena dihitung berdasarkan luas bangunan atau tanah, juga penawaran harga yang lebih fleksibel. Namun, opsi pembiayaan untuk pembelian properti sekunder ini terbatas dan mungkin juga membutuhkan renovasi, tergantung kondisi bangunan ketika dibeli.

Ketahui kebutuhan finansial 

Dalam proses pembelian rumah, tidak hanya biaya pembelian rumah yang harus disiapkan, namun beberapa biaya untuk kebutuhan administrasi lainnya, baik saat pembelian maupun setelah pembelian rumah.  

Biaya pembelian biasanya mencakup down payment, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Biaya Akta Jual Beli (AJB) dan balik nama, serta biaya KPR.

Untuk pembelian rumah sekunder, akan ada pula biaya tambahan yaitu biaya notaris dan biaya appraisal. Biaya setelah pembelian biasanya meliputi biaya pengisian perabotan dan biaya pemeliharaan. Untuk rumah sekunder mungkin ada biaya lain yang harus dikeluarkan seperti biaya renovasi.

(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id