5 Alasan KPR Ditolak

    Rizkie Fauzian - 02 Juni 2020 10:58 WIB
    5 Alasan KPR Ditolak
    Penyebab KPR ditolak bank. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin membeli rumah. Terutama dengan harga rumah saat ini semakin melambung.

    Namun, tidak semua pengajuan KPR disetujui oleh bank. Berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan KPR Anda ditolak bank dikutip dari lama Lamudi.

    1. Dokumen Tidak Lengkap

    Pastikan bahwa dokumen yang ada bawa untuk pengajuan KPR sudah lengkap. Bank akan menolak permohonan KPR jika dokumen tidak lengkap. Pastikan semua dokumen yang diminta diberikan. Jika terlewat satu saja, tentu ini berarti penolakan.

    2. Pengembang Buruk

    Memilih pengembang properti yang salah juga bisa menjadi hambatan dalam mengajukan KPR. Bank biasanya bekerjasama dengan beberapa pengembang properti.

    Pengembang yang diajak bekerjasama sudah tentu dianggap terpercaya. Jika Anda mendapat rumah di luar pengembang yang bekerja sama dengan bank, bank akan berpikir ulang.

    Bank harus mengecek ulang kualitas developer Anda. Jika developer dalam kondisi baik, proses KPR dapat berjalan. Namun, jika developer masuk dalam blacklist, berarti KPR ditolak bank.

    3. Status Rumah Bermasalah

    Hal ini biasanya terjadi saat Anda membeli rumah bekas. Anda harus memastikan status kepemilikan rumah tersebut. Pastikan juga rumah atau tanah tidak dalam sengketa.

    Hal ini menjadi pertimbangan dari bank untuk menolak pengajuan KPR. Dengan kata lain, bank akan memberikan KPR jika kondisi rumah tidak bermasalah.

    4. Rapor Merah Nasabah

    Untuk mendapatkan KPR, Anda harus memiliki citra yang baik di mata bank. Bank akan menolak nasabah yang pernah bermasalah dengan bank.

    Misalnya, nasabah pernah terkena kasus penunggakan cicilan. Atau, nasabah terkena kasus hukum lain. Jadi reputasi Anda juga turut dipertimbangkan oleh bank untuk menerima atau menolak KPR Anda.

    5. Kemampuan Bayar

    Bank biasanya memberi patokan sebesar 30 persen dari penghasilan per bulan untuk membayar KPR. Namun, ada beberapa bank yang berani mematok sampai 40 persen.

    Anda dikatakan mampu jika memiliki penghasilan tetap. Dan, Anda juga dapat diverifikasi oleh pihak bank. Selain itu, saldo tabungan Anda juga harus memenuhi syarat.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id