7 Jenis Jenis Lantai yang Cocok untuk Dapur

    Rizkie Fauzian - 29 September 2019 09:34 WIB
    7 Jenis Jenis Lantai yang Cocok untuk Dapur
    Keramik bisa menjadi solusi lantai di dapur rumah. (Foto: Shutterstock)
    Jakarta: Dapur memegang peranan penting di rumah. Di sanalah makanan untuk seluruh anggota keluarga diolah.

    Oleh karena itu, penting untuk memiliki dapur yang bersih, rapi, dan nyaman. Salah satu komponen untuk membangun kesan tersebut ialah pemilihan material lantai.

    Masing-masing jenis lantai memiliki karakteristik berbeda.

    1. Kayu

    Lantai kayu menimbulkan kesan dapur yang hangat. Selain itu, kayu juga tahan lama. Lantai kayu sangat serbaguna dan cocok untuk semua gaya rumah dan mudah dibersihkan.

    2. Keramik dan Ubin Porselen

    Keramik dan ubin porselen mungkin merupakan pilihan paling umum untuk lantai dapur. Keduanya tahan terhadap cairan dan noda. Ubin juga tahan api dan awet.

    3. Beton

    Beton adalah salah satu bahan yang paling tahan lama dan tangguh. Hal ini membuatnya menjadi pilihan terbaik untuk lantai dapur.

    Dari sisi pemeliharaan juga mudah. Beton hanya perlu perawatan setiap tiga hingga delapan bulan saat dipasang agar tetap tahan terhadap kelembaban.

    Keuntungan lainnya adalah Anda bisa memasang jenis lantai berbeda di atas beton. Minusnya, beton tidak tahan panas.

    4. Batu Alam

    Ubin dari batu alam akan menghasilkan tampilan dapur elegan dan alami. Batu alam memiliki keunggulan, yaitu mampu menahan beban berat, terutama untuk dapur modern dan kontemporer yang merupakan bagian dari denah lantai terbuka.

    Beberapa jenis batu alam yang paling umum digunakan ialah granit, marmer, travertine, dan batu kapur. Masing-masing punya tampilan uniknya sendiri.

    5. Kayu Laminasi

    Bagi banyak orang, kayu laminasi dijadikan alternatif yang lebih murah dari kayu asli. Tetapi pada kenyataannya, kayu laminasi merupakan kategori material tersendiri dengan banyak kelebihan.

    Kayu laminasi lebih mudah dipasang, tahan terhadap tumpahan cairan, dan bahkan goresan. Keunggulan tersebut menjadikannya pilihan terbaik bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan. Minusnya, kayu laminasi tidak cocok untuk area basah.

    6. Bambu

    Meskipun tidak sepopuler jenis lantai lainnya, bambu dapat digunakan untuk interior dapur. Jika dirawat dengan benar, lantai bambu lebih tahan lama seperti halnya lantai kayu.

    Bambu menawarkan penampilan yang bersih dan modern. Lantai bambu juga mudah diperbaiki dan ramah lingkungan. Lantai bambu juga relatif murah dan mudah dibersihkan. Namun, kekurangannya adalah mudah tergores, rentan rusak akibat kelembaban dan tumpahan cairan.

    7. Linolium

    Lantai linoleum pernah sangat populer di rumah-rumah di Eropa. Baru-baru ini lantan linoleum mengalami kebangkitan.

    Linoleum adalah bahan yang sangat fleksibel, lembut, dan nyaman. Linoleum merupakan sumber daya terbarukan dan bahan ramah lingkungan yang membutuhkan perawatan minimum, cocok untuk dapur.




    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id