7 Penyebab Biaya Renovasi Rumah Membengkak

    Rizkie Fauzian - 23 Juli 2021 18:24 WIB
    7 Penyebab Biaya Renovasi Rumah Membengkak
    Penyebab biaya renovasi rumah membengkak. Foto: Shutterstock



    Jakarta: Renovasi rumah tak hanya membutuhkan waktu yang panjang, tetapi biaya yang banyak. Meskipun telah membuat perencanaan, namun biaya renovasi bisa saja membengkak.

    Ada banyak faktor yang menyebabkan biaya renovasi membengkak. Salah satunya tidak melakukan pengawasan yang ketat terhadap pengeluaran. 

     



    Tak hanya itu, adanya perubahan pada desain di tengah pembangunan menjadi salah satu penyebab membengkaknya biaya renovasi rumah.

    Berikut ini beberapa hal yang membuat biaya renovasi rumah membengkak, dikutip dari Pinhome.

    1. Mengabaikan gambar 

    Tidak membuat gambar renovasi rumah sebagai pedoman pelaksanaan, hal ini dapat menyebabkan adanya pekerjaan bongkar pasang akibat bangunan belum sesuai keinginan, hal ini tentu tidak akan terjadi jika segala bentuk perubahan sudah dilakukan dalam bentuk gambar.

    2. Salah data

    Sudah membuat gambar dan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) rencana anggaran biaya bangunan tapi salah dalam membuat data existing rumah sebelum renovasi. Hal ini dapat menyebabkan adanya pekerjaan yang diluar perkiraan seperti pembongkaran, gambar tidak bisa diterapkan dll.

    3. Material bangunan

    Tidak membandingkan beberapa material bangunan sehingga bisa dipilih mana yang mempunyai kualitas terbaik dan harga paling murah.

    4. Tukang bangunan

    Tidak menggunakan tukang bangunan yang profesional sehingga proses pelaksanaan menjadi lama dan hasilnya tidak bagus.

    Terjadi bencana alam, entah itu banjir, gempa, kebakaran atau yang lainya sehingga menimbulkan pembengkakan biaya pelaksanaan renovasi rumah.

    5. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

    Tidak mengurus IMB izin mendirikan bangunan sebelum melakukan renovasi rumah, hal ini dapat menyebabkan bangunan disegel sehingga harus menghentikan aktifitas, akibatnya kita harus memberi gaji kepada tukang bangunan atau seluruh pekerja yang tidak berproduksi.

    6. Kurang kooperatif

    Tidak bekerjasama dengan pihak keamanan setempat, RT, RW, atau pejabat kelurahan sehingga tidak bisa segera menyelesaikan permasalahan yang terkait masyarakat sekitar apabila terjadi gangguan. Contohnya ada tetangga yang merasa terganggu lalu protes untuk menghentikan kegiatan renovasi yang sedang berlangsung.

    7. Terlalu banyak keinginan

    Terlalu banyak keinginan sehingga susah untuk mewujudkanya kedalam bentuk bangunan, contohnya sudah memasang keramik lantai warna biru tapi ada ada anggota keluarga lain yang tidak setuju, lalu meminta untuk membongkar dan mengganti dengan warna merah. Hal ini tentu membutuhkan biaya tambahan.


    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id