7 Tips Menggunakan THR untuk DP Rumah

    Rizkie Fauzian - 16 April 2021 18:56 WIB
    7 Tips Menggunakan THR untuk DP Rumah
    Simak tips berikut ini sebelum Anda menggunakan uang THR untuk DP rumah. Foto: Shutterstock



    Jakarta: Besaran uang muka atau Down Payment (DP) yang terbilang cukup tinggi jadi kendala banyak masyarakat masih menunda beli rumah. Padahal, Bank Indonesia (BI) memberikan stimulus berupa keringanan DP.

    Ada banyak cara agar Anda bisa segera punya rumah, salah satunya menabung untuk mengumpulkan DP rumah dengan uang Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Anda yang bekerja.






    Meski sudah memutuskan memakai uang THR untuk DP rumah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat Anda mencicil rumah dengan jalan KPR. Yuk, simak tips cerdas beli rumah dari Lifepal.co.id berikut:

    1. Perlu memahami apakah Anda layak "mencicil rumah?"

    Bank atau lembaga pemberi kredit bisa saja memberikan penilaian skor bagus pada Anda karena ketepatan pembayaran angsuran. Namun ketahuilah dengan seksama, apakah Anda memang layak untuk mencicil rumah? 

    Caranya adalah dengan mengetahui rasio utang berbanding aset Anda sendiri. Nilai rasio utang berbanding aset menunjukkan berapa besar aset milik kita, yang dibiayai utang. Dengan membagi total utang dan total aset kita, maka kita bisa mendapatkan skor untuk rasio ini.

    Nilai ideal dari rasio ini adalah di bawah 50 persen. Jika nilainya lebih dari 50 persen maka tandanya, nilai utang kita telah melebihi nilai aset dan hal ini jelas menunjukkan ketidaksehatan finansial. Perbaikilah terlebih dulu rasio ini sebelum Anda mengajukan KPR.  

    2. Jangan berutang jika tak ada dana darurat

    Ketersediaan dana darurat yang ideal adalah tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan.
    Semakin banyak tanggungan kita atau semakin tinggi risiko pekerjaan kita, maka semakin besar pula kebutuhan dana darurat kita. 

    3. Utang-utang konsumtif sudah lunas belum?

    Masih ada utang konsumtif dari pinjaman online (pinjol), bank, atau multifinance? Sebelum uang THR dipakai, coba gunakan deh buat melunasi utang-utang ini.

    4. Kumpulkan DP rumah dengan investasikan dana Anda

    Kebanyakan orang memanfaatkan uang THR untuk memenuhi kebutuhan di Hari Raya, seperti beli baju baru dan fashion lainnya hingga menyiapkan ketupat lengkap dengan opor ayam serta kue-kue kering.

    Namun, sesungguhnya ada cara yang lebih cerdas untuk memaksimalkan penggunaan dana tersebut, yaitu keuangan Anda harus sehat.

    Karena itu, ketahuilah terlebih dulu, kapan Anda akan membeli rumah dan membayar uang mukanya. Ketahui pula biaya yang akan Anda keluarkan, dan sisihkan uang Anda secara rutin di instrumen investasi.

    Jika memang pembelian rumah ditargetkan dalam satu hingga tiga tahun ke depan, maka simpanlah dana tabungan pembelian rumah di instrumen investasi rendah risiko dan memiliki imbal hasil tetap. 

    Hindari penempatan dana di instrumen tinggi imbal hasil dan tinggi risiko, karena jangka waktu menabung Anda cenderung pendek. Risiko pasar yang terjadi dalam waktu dekat tentu bisa saja mempengaruhi imbal hasil investasi Anda.

    5. Pastikan cicilan rumah per bulan tak melebihi 35 persen penghasilan

    Ketika Anda mengajukan KPR ke bank, maka harus bersih dari noda utang. Pasalnya, bank atau lembaga pemberi kredit mungkin saja menyetujui pengajuan KPR dengan nominal cicilan 50 persen dari penghasilan bulanan. Akan tetapi cicilan rumah yang ideal maksimal adalah 35 persen dari penghasilan.

    Mengapa? Agar kita tidak perlu mengurangi pengeluaran yang terkait kebutuhan pokok sehari-hari, asuransi, maupun investasi untuk dialokasikan ke dalam cicilan.

    6. Lindungi diri Anda dan keluarga dengan perlindungan terbaik

    Risiko kematian bisa menimpa siapa saja, termasuk Anda yang tengah mencicil rumah. Tidaklah bijak bagi kita untuk meninggalkan warisan berupa utang pada keluarga tercinta kita.
    Oleh karena itu, mereka yang memiliki utang, wajib terlindungi dengan asuransi jiwa. 

    Setiap KPR umumnya dilengkapi dengan iuran asuransi jiwa guna memitigasi risiko meninggalnya debitur. Namun apa jadinya, jika seseorang tak hanya memiliki utang KPR melainkan juga ada utang cicilan mobil, kartu kredit, dan lain sebagainya. 

    Manfaat dari asuransi jiwa sejatinya tidak hanya berguna untuk melunasi warisan utang dari debitur. Melainkan juga bisa bermanfaat untuk biaya hidup keluarga yang ditinggal.

    Pilihlah asuransi dengan uang pertanggungan yang bisa menutup plafon kredit Anda. Atau pilih yang memberikan uang pertanggungan setidaknya dua kali dari total hutang tertunggak yang kita miliki.

    7. Tidak terburu-buru mempercepat pelunasan

    Jika Anda berniat mengajukan KPR di bank konvensional, ketahuilah bahwa akan ada biaya penalti pelunasan dipercepat yang akan muncul. Lain halnya dengan KPR syariah.

    Melunasi cicilan utang di awal waktu bukan hanya memaksa Anda keluar uang lebih banyak. Melainkan juga bisa membuat Anda kekurangan likuiditas atau aset lancar.

    Pahamilah bahwa dalam kesehatan finansial, jumlah aset lancar (kas atau setara kas) yang ideal adalah 15 persen hingga 20 persen dari total kekayaan bersih. 

    Keberadaan rumah baru tentu saja akan menambah nilai aset Anda yang mana akan mempengaruhi nilai kekayaan bersih (total aset-total hutang). Semakin tinggi kekayaan bersih Anda, maka semakin besar pula aset lancar yang harus dimiliki.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id