Mau Investasi Properti Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya

    Rizkie Fauzian - 09 November 2021 16:59 WIB
    Mau Investasi Properti Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya
    Mau investasi properti sebelum usia 30 tahun? Begini Caranya. Foto: Shutterstock



    Jakarta: Properti merupakan salah satu instrumen investasi yang dinilai menjanjikan, termasuk bagi kalangan milenial. Namun, properti merupakan investasi dengan modal besar.

    Bagi Anda yang berminat membeli properti untuk investasi, ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan agar tak menyesal di kemudian hari.
     
    Ahli Properti dan Pembiayaan Pinhome Vina Yenastri memberikan tiga tips untuk Anda yang ingin investasi properti sebelum usia 30 tahun.

    1. Beli properti di area suburban

    Tips yang pertama untuk investasi properti sebelum usia 30 tahun sebaiknya beli di area suburban. Hal ini tentu saja dengan mempertimbangkan kemudahan akses transportasi.

     



    "Kalau memang mau beli properti sebelum usia 30 tahun, belilah properti yang berada di area suburban. Lokasinya tidak berada di pusat kota, tapi tetap gampang untuk bolak-balik ke kota atau ke daerah pusat kota dengan pertimbangan akses transportasi," katanya.

    2. Beli apartemen

    Anda juga bisa mempertimbangkan untuk membeli apartemen terlebih dahulu karena lebih terjangkau dari segi harga dibandingkan langsung membeli rumah.
     
    "Bisa beli apartemen dulu karena harganya memang relatif lebih terjangkau, lalu bisa dijual lagi untuk uang muka pembelian rumah," ungkapnya.
     
    Rumah atau apartemen inden menjadi rekomendasi. Anda bisa membeli apartemen atau rumah baru saat masih tahap konsep atau land clearing atau inden. 

    Bayarlah uang mukanya memakai metode cicilan sehingga lebih meringankan, sembari mengumpulkan dana untuk biaya-biaya yang lain.
     
    Vina menekankan Anda perlu mengetahui kelebihan dari masing-masing tipe properti. Sedikitnya ada empat tipe properti yang harus diperhatikan, mencakup rumah tapak, apartemen, ruko, dan tanah.
     
    Menurut dia, untuk rumah, bangunannya bisa diperluas atau dipertingkat (menjadi beberapa lantai). Lalu harga tanahnya biasa mengalami kenaikan harga, jadi Anda bisa investasi di sana. Berikutnya, Anda dapat menaikkan harga sewa jika kualitas bangunannya bagus.
     
    Sementara apartemen, dari segi permintaan terbilang tinggi sehingga banyak orang yang lebih milih sewa karena lokasinya lebih dekat di pusat kota. 

    Ditambah lagi, sekarang banyak orang yang mempertimbangkan menyewa apartemen dibandingkan tinggal di kost.
     
    Lalu jangka waktu sewanya juga fleksibel bisa bulanan, per enam bulan, atau tahunan. Dari segi fasilitas pun umumnya sudah lengkap tersedia seperti tempat olahraga, kolam renang, taman, dan lain-lain.
     
    Selain rumah dan apartemen, ada juga ruko atau rumah toko yang dapat menjadi pilihan bagi milenial yang berencana atau sedang merintis usaha.
     
    "Biasanya harga ruko selalu meningkat apalagi jika berlokasi di daerah strategis. Dari segi pengunjung juga banyak, sehingga orang akan berpikir 'apabila sewa di sini untuk dijadikan usaha pun sudah oke dari sisi traffic'. Enaknya lagi, ruko dapat digunakan sebagai tempat usaha dan tempat tinggal," kata Vina.

    3. Beli tanah

    Anda juga dapat mempertimbangkan untuk membeli tanah karena nilai investasinya cenderung naik dan tepat untuk dijadikan investasi jangka panjang.
     
    "Kelebihan investasi tanah yaitu nilai investasinya terus naik tapi tidak dalam jangka waktu 2-3 tahun, tanah termasuk investasi jangka panjang yang membutuhkan sekitar 8-10 tahun agar harganya jauh lebih tinggi," ujarnya.
     
    Tanah juga tidak membutuhkan banyak maintenance dan minim kompetisi karena sebelum membeli biasanya orang hanya melihat luas dan lokasi. Selain itu, tanah bisa digunakan untuk berbagai jenis usaha.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id