Gaji Rp5 Juta Mau Beli Rumah? Pertimbangkan 4 Hal Ini

    Rizkie Fauzian - 11 November 2020 15:40 WIB
    Gaji Rp5 Juta Mau Beli Rumah? Pertimbangkan 4 Hal Ini
    Membeli rumah bagi pekerja dengan gaji Rp5 juta. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Hunian memang menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi bagi siapapun. Namun bagi yang bergaji pas-pasan, terutama di Ibu Kota, membeli rumah terasa memberatkan.

    Dengan kondisi keuangan yang terbatas, seseorang mungkin hanya bisa mencicil rumah di wilayah yang jauh dari Ibu Kota, lantaran harganya amat tinggi.

    Bagaimana dengan pekerja dengan gaji Rp5 juta di Jakarta? Meski nilainya lebih besar dari upah minimum provinsi, namun dengan pengeluaran rata-rata Rp2 juta per bulan, maka angka tersebut juga dinilai pas-pasan.

    Sebelum Anda membeli rumah, maka ketahui tiga hal di bawah ini. Berikut tips dari Lifepal.co.id, membeli rumah untuk pekerja dengan gaji Rp5 juta.

    1. Jangan beli rumah tanpa tujuan

    Kebutuhan akan hunian memang wajib dipenuhi. Tapi, bukan berarti Anda wajib membeli rumah saat ini juga.

    Tentukan tujuan Anda untuk mencicil rumah. Apakah untuk menjadikannya sebagai tempat tinggal atau investasi.

    Jika untuk tempat tinggal, maka tempati rumah yang Anda beli. Rumah kosong yang tidak berpenghuni justru rawan rusak karena tingkat kelembabannya tinggi.

    Namun jika Anda berniat mencicilnya untuk investasi, tentukan pula apa yang akan dilakukan ke depan, apakah akan menyewakannya atau menjualnya di kemudian hari demi mendapat capital gain dari harga rumah saat ini.  

    2. Jangan beli rumah karena hawa nafsu

    Membeli rumah dengan cara kredit membutuhkan komitmen untuk jangka waktu yang lama. Butuh kesiapan yang sangat matang secara finansial jika Anda memang memutuskan untuk mengkredit.

    Jangan membeli karena dorongan hawa nafsu atau karena khawatir karena orang-orang dengan penghasilan sama seperti kita. Atau yang usianya seangkatan dengan kita, sudah berhasil membeli rumah pertama.

    Bila saat ini dana belum tersedia, maka buatlah target dalam beberapa tahun ke depan untuk membeli rumah.

    3. Pastikan kuat secara finansial jika mau mencicil

    Kuat secara finansial tidak diukur dari kemampuan seorang membeli rumah secara tunai sekaligus. Hal itu harus mengacu pada nilai rasio-rasio keuangan pribadi orang yang bersangkutan.

    Rumah tidaklah murah, dan membeli rumah secara kredit membutuhkan komitmen untuk jangka panjang. Oleh karena itu, kondisi finansial Anda harus kuat.

    Sebelum mengajukan kredit pemilik rumah (KPR) ke bank maupun lembaga pemberi pinjaman, pastikan Anda memiliki:

    a. Dana darurat minimal setara dengan enam kali pengeluaran bulanan.
    b. Aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) yang berada di kisaran 15-20 persen kekayaan bersih.
    c. Asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
    d. Utang dalam batas wajar, dalam artian jika memiliki utang, besarannya tidak melebihi 50 persen dari aset. Tidak ada utang tentu lebih baik.

    4. Cicilan per bulan tidak lebih dari 35 persen penghasilan

    Agar keuangan Anda sehat, usahakan agar cicilan per bulan yang Anda bayarkan untuk KPR maksimal adalah 35 persen penghasilan. Bila penghasilan bersih Anda adalah Rp5 juta, maka cicilan per bulan maksimal yang bisa dibayar adalah Rp1,75 juta.

    Usahakan untuk menyediakan dana darurat terlebih dulu sebelum akhirnya Anda memutuskan untuk mengambil KPR.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id