Ketahui Perbedaan AJB, PJB dan PPJB dalam Transaksi Properti

    Rizkie Fauzian - 07 Maret 2021 11:44 WIB
    Ketahui Perbedaan AJB, PJB dan PPJB dalam Transaksi Properti
    Perbedaan AJB, PJB dan PPJB dalam transaksi properti. Ilustrasi: Shutterstock



    Jakarta: Perjanjian Akta Jual Beli (AJB), Pengikatan Jual Beli (PJB), dan Pengikatan Perjanjian Jual Beli (PPJB) merupakan surat pengikat untuk transaksi jual beli properti.
     
    Meski ketiganya sama-sama perjanjian, namun AJB, PJB dan PPJB memiliki kekuatan hukum yang berbeda. Lantas apa perbedaan dari ketiganya?

    Apa itu AJB?

    AJB adalah akta atau catatan pengikat transaksi antara penjual dan pembeli. AJB dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan memiliki kekuatan hukum yang cukup tinggi.

    Saat membuat AJB, pastikan bahwa data-data yang ada di sertifikat tersebut lengkap. Adapun data yang harus ada di sertifikat AJB adalah identitas pembeli meliputi tanggal lahir, pekerjaan dan alamat lengkap. Kemudian ada juga data lengkap pembeli seperti nama lengkap, pekerjaan, dan alamat.






    Lalu ada juga informasi tentang jenis properti yang dijual berikut sertifikat yang dimiliki, guna meminimalkan kesalahan jangan lupa untuk memeriksa nomor sertifikat properti yang dijual dengan nomor yang ada di AJB.   
     
    Lalu ada juga data lokasi properti yang dijual, mulai dari informasi provinsi, kecamatan, kelurahan, dan nama jalan. Terakhir, terdapat informasi tentang luas properti yang dijual serta harga propertinya.

    Apa itu PJB?

    Sementara PJB adalah perjanjian atau kesepakatan antara penjual untuk menjual properti miliknya, kepada pembeli yang dibuat dengan akta notaris.

    PJB nbiasanya dibuat dengan alasan tertentu, misalnya belum lunasnya pembayaran properti atau belum dibayarkannya pajak-pajak yang ada dalam transaksi jual-beli.

    PJB terbagi menjadi dua, PJB lunas dan PJB tidak lunas. PJB lunas transaksi atas obyek jual beli yang berada di luar wilayah kerja notaris atau PPAT yang bersangkutan. 

    Sedangkan PJB tidak lunas dibuat apabila pembayaran harga jual beli belum lunas diterima oleh penjual. PJB tidak lunas harus ditindaklanjuti dengan AJB pada saat pelunasan.

    Pada PJB tidak lunas, hal-hal yang dicantumkan antara lain jumlah uang muka yang dibayarkan pada saat penandatanganan akta PJB, cara atau termin pembayaran, kapan pelunasan, dan sanksi-sanksi yang diberikan.

    Apa itu PPJB?

    Sedangkan PPJB adalah akta pengikat dari penjual kepada pembeli yang biasanya dibuat di bawah tangan atau bukan dari PPAT, biasanya dibuat oleh developer. 

    PPJB ini dibuat setelah pembeli melakukan pembayaran secara lunas penjual atau minimal uang down payment.

    Sertifikat PPJB biasanya berisikan data penjual dan pembeli, kewajiban bagi penjual, uraian obyek pengikatan jual beli, jaminan dari penjual, waktu serah terima, pengalihan hak, pembatalan pengikatan serta pasal-pasal penyelesaian perselisihan.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id