comscore

Peluang Investasi Properti 2022, Sektor Mana yang Terbaik?

Rizkie Fauzian - 07 Januari 2022 11:20 WIB
Peluang Investasi Properti 2022, Sektor Mana yang Terbaik?
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Ketika kita menggunakan istilah pasar investasi, memberikan makna yang berbeda bagi setiap orang. Bagi pengembang perumahan dan apartemen, istilah tersebut dapat diartikan sebagai end-user individu ataupun investor swasta yang memiliki kapasitas untuk membeli satu rumah atau apartemen maupun lebih, untuk tujuan investasi.

Bagi pengembang dan pemilik kompleks komersial, perumahan dan kompleks mixed-use, istilah tersebut dapat berarti institusi besar, ekuitas swasta, kantor pusat dan investor dengan nilai keuntungan bersih yang tinggi sehingga memiliki sumber daya keuangan untuk membeli seluruh bangunan, kompleks, dan portofolio.

 



Saat ini, segmen yang memiliki peluang cukup baik pada pasar investasi adalah sektor privat, investor swasta dan individu yang mulai membeli rumah dan apartemen. Sementara untuk segmen institusional yang lebih besar, keadaan saat ini belum menguat.

Meskipun ada banyak modal yang tersedia, namun harga penawaran yang belum cukup baik atau risiko yang masih membayangi pada keadaan yang tidak pasti, membuat proses underwriting sangat sulit. Sebagai contoh, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sewa kantor dan hunian kantor untuk bangkit kembali ke kondisi sebelumnya, atau kapan tingkat permintaan apartemen mewah akan kembali membaik, didukung oleh kondisi ekonomi yang lebih kuat, atau permintaan pengguna yang lebih tinggi dan prospek untuk meningkatkan nilai modal?

Sementara kita melihat adanya peningkatan investasi di berbagai kota 'gateaway' di seluruh Asia dan Amerika Utara, dan di beberapa kasus bahkan telah kembali dan melampaui tingkat investasi pada masa pra-pandemi, Indonesia nampak berada pada situasi yang cukup berbeda.

Situasi ini lebih sulit bagi pengembang perkantoran dan apartemen, karena selain terkena dampak ekonomi dan covid-19, sebelumnya kita sudah berada dalam kondisi kelebihan pasok, serta adanya penurunan tren pada pasar perkantoran dan apartemen.

Tanda-tanda positif

Terlepas dari segala ketidakpastian pada 2021, tetap terlihat ada beberapa tanda-tanda positif. Pemerintah Indonesia tampaknya dapat mengelola kebijakan ekonomi dan kesehatan selama pandemi covid-19 dengan cukup baik. Fitch mempertahankan peringkat kredit BBB untuk Indonesia dengan target pertumbuhan GDP pada 2022 sebesar 6,8 persen.

Secara historis, ketika ekonomi mengalami pertumbuhan, maka pasar properti akan ikut bertumbuh, dan permintaan pengguna serta investasi juga akan meningkat. Saat ini, baik investor lokal maupun asing, terlihat lebih condong ke arah investasi properti pada sektor perumahan dan logistik.

Beberapa orang akan memilih untuk membeli dan tinggal di apartemen yang lebih murah dan lebih nyaman dibandingkan rumah yang terletak 1-2 jam dari pusat kota. Perumahan terjangkau dengan harga mulai  dari Rp300 juta hingga Rp1 miliar, memiliki permintaan terbesar dan terbanyak, namun persetujuan pinjaman bank untuk pembeli dikisaran harga yang lebih rendah dapat menjadi pertimbangan kembali.

Biasanya, persetujuan pinjaman dan penutupan transaksi lebih pasti ada pada kisaran harga Rp1 miliar sampai dengan Rp2 miliar. Bagi mereka yang memiliki lebih banyak tabungan dan pekerjaan dengan pendapatan yang lebih tinggi, akan memilih untuk membeli apartemen menengah ke atas atau mewah yang nyaman dan berlokasi di pusat kota ataupun yang berada di pinggiran.

Tetapi akan ada juga orang yang lebih memilih perumahan yang terjangkau di daerah yang cukup jauh, namun dengan infrastruktur yang lebih baru dan lebih baik, seperti akses transportasi umum di sekitar jalan tol baru, LRT, MRT ataupun kereta komuter. Dapat diprediksi akan ada permintaan yang lebih tinggi untuk semua jenis properti.

Colliers melihat adanya peningkatan permintaan untuk Transit Oriented Developments (TOD) yang lebih cepat daripada non-TOD, sehingga peluang untuk membeli tanah atau terlibat dalam joint ventures (JV) dengan pemilik tanah di area TOD strategis akan tetap menarik.

Insentif PPN yang diperpanjang oleh pemerintah terbukti menjadi dorongan positif nyata bagi investasi properti, terutama pada sektor perumahan. Dengan diperpanjangnya kebijakan tersebut hingga Juni 2022, diharapkan dapat terus berlanjut pada 2022 agar sesuai dengan perpanjangan program zero down payment oleh Bank Indonesia.

Sementara sektor logistik memiliki banyak permintaan, volumenya relatif kecil dibandingkan dengan pasar 'gateway' Asia lainnya, sehingga Indonesia masih memiliki ruang untuk tumbuh. Untuk sektor perkantoran masih akan terus dipantau bagaimana perkembangan pasar selama masa new normal. Kami masih belum melihat adanya tingkat harga untuk gedung perkantoran yang masih beroperasi dapat memotivasi pembeli untuk melakukan transaksi.

Terakhir, bagi pasar perhotelan, kami melihat sektor ini akan bangkit relatif cepat dalam hal tingkat okupansi diikuti dengan tarif kamar. Beberapa pemilik hotel telah menghabiskan cadangan kas selama periode covid-19. Sehingga, masih banyak  bagi investor untuk membeli hotel atau saham hotel atau portofolio, sehingga hal tersebut mampu mendatangkan modal untuk capex, renovasi kamar, dan ekspansi.

Steve Atherton
Head of Capital Markets & Investment Services dari Colliers Indonesia


(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id