Pasokan Melimpah, Sektor Perkantoran Masih Tertekan

    Rizkie Fauzian - 08 Juli 2020 18:27 WIB
    Pasokan Melimpah, Sektor Perkantoran Masih Tertekan
    Kinerja sektor perkantoran masih tertekan di kuartal kedua. Foto: Shutterstock



    Jakarta: Dampak pandemi virus korona terhadap sektor properti sangat signifikan di kuartal II-2020. Dampaknya mulai terasa di beberapa sektor dibandingkan kuartal I.

    "Kita ekspektasi pada 2021 semuanya berjalan normal," kata Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto dalam video konferensi, Rabu, 8 Juli 2020.






    Menurut Ferry kinerja sektor perkantoran di kuartal II sangat berat, terutama dengan banyaknya pasokan (supply) saat ini. Meski kondisi tersebut sama dengan kuartal sebelumnya, namun tantangan hingga 2021 masih banyak.

    "Jika dilihat dari supply ada kekhawatiran hingga tahun depan tetap banyak, baru berkurang 2022-2023. Terlihat juga pengembang banyak ngerem di tahun ini," jelasnya.

    Ferry menjelaskan, untuk pembangunan gedung perkantoran yang selesai di 2020 semester II sampai akhir 2023 masih sesuai jadwal. Tambahan pasok ruang perkantoran pada 2022-2024 diperkirakan mencapai 1,22 juta.

    "Tambahan pasokan hingga 2023 akan selesai sesuai perkiraan karena semua gedung sedang dalam tahap konstruksi," jelasnya.

    Tingkat Hunian dan Sewa

    Tren tingkat hunian (occupancy) perkantoran di Central Business District (CBD) selama enam bulan terakhir terus menurun. Penyebabnya karena suplai yang masuk tidak bisa mengimbangi jumlah penyerapan.

    "Meskipun tidak ada tambahan pasokan baru, tingkat hunian di CBD terus merosot, sedangkan di luar CBD masih relatif stabil. Penyebab penurunan karena pasar masih didominasi tenant market, pasokan melimpah, permintaan terbatas," ungkap Ferry.

    Sementara tarif sewa di kedua kawasan perkantoran adanya koreksi tapi tidak terlalu banyak. Aktivitas sewa menyewa masih terus berjalan, meskipun volume lebih rendah.

    Ferry menambahkan, penyewa akan terus mencoba bernegosiasi atau mengajukan penundaan pembayaran sewa terutama penyewa yang masih menjalankan atau memperbaharui masa sewa.

    "Tarif dasar sewa (asking rent) masih akan sama, namun di level transaksi akan terjadi negosiasi yang berujung pada pemberiaan potongan sewa yang cukup besar, terutama untuk penyewa yang dapat mengangkat citra dan gengsi gedung kantor," ujarnya.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id