Intiland Catat Kenaikan Laba Bersih Rp251,4 Miliar

    Rizkie Fauzian - 06 April 2020 19:29 WIB
    Intiland Catat Kenaikan Laba Bersih Rp251,4 Miliar
    Intiland catat kenaikan laba bersih di tengah pandemi korona. Foto: Shutterstock
    Jakarta: PT Intiland Development Tbk (DILD) mencatat kenaikan laba di tengah perlambatan di industri properti nasional. Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang berakhir 31 Desember 2019, laba bersih perseroan naik 23,5 persen menjadi Rp251,4 miliar dibandingkan 2018 sebesar Rp203,7 miliar.

    Sementara laba usaha perseroan juga melonjak 44,2 persen menjadi Rp603,5 miliar dibandingkan 2018 senilai Rp418,7 miliar. Kenaikan laba tersebut disumbang dari hasil penjualan saham perseroan di National Hospital di Surabaya akhir tahun lalu.

    Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,7 triliun atau naik 7,2 persen dibandingkan 2018 yang mencapai Rp2,5 triliun. Kenaikan tersebut berasal dari penjualan segmen pengembangan mixed-use and high rise dan kawasan perumahan.

    Selain itu, kenaikan tersebut juga ditopang dari penjualan dari aset-aset noncore yang belum akan dikembangkan dalam waktu dekat pada kuartal keempat tahun lalu.

    "Pendapatan usaha meningkat terutama karena adanya penyelesaian beberapa proyek baru sehingga hasil penjualannya bisa diakui dan dicatatkan sebagai pendapatan usaha. Pembangunan proyek-proyek ini sudah tahap penyelesaian dan mulai serah terima ke konsumen seperti kondominium Graha Golf, The Rosebay, Spazio Tower, dan 1Park Avenue," kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono dalam keterangan tertulis, Senin, 6 April 2020.

    Menurutnya, pendapatan pengembangan (development income) masih memberikan kontribusi terbesar yang mencapai Rp2,1 triliun atau 77,2 persen dari keseluruhan. Dibandingkan 2018 senilai Rp1,9 triliun, nilai pendapatan pengembangan meningkat sebesar delapan persen.

    Pendapatan usaha berikutnya bersumber dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang memberikan kontribusi Rp623,1 miliar atau memberikan kontribusi 22,8 persen dari keseluruhan. Pendapatan usaha dari segmen properti investasi ini membukukan peningkatan 4,5 persen dibandingkan pencapaian 2018 yang nilainya Rp596,4 miliar.

    Dari sumber pendapatan pengembangan, menurut Archied, segmen mixed-use and high rise
    tercatat memberikan kontribusi paling besar mencapai Rp1,1 triliun atau 40,6 persen. Kontribusi tersebut mengalami peningkatan 30,9 persen dibandingkan pencapaian 2018 yang sebesar Rp819,5 miliar.

    Kontributor berikutnya berasal dari segmen pengembangan kawasan perumahan yang mencapai Rp942 miliar atau 34,4 persen. Dibandingkan pencapaian 2018 sebesar Rp629,6 miliar, terjadi peningkatan sebesar 49,6 persen di 2019.

    "Segmen pengembangan kawasan industri menyumbang Rp60,3 miliar atau 2,2 persen dari total. Sebagian besar berasal dari penjualan lahan industri Ngoro Industrial Park di Mojokerto, Jawa Timur dan penjualan gudang logistik di Aeropolis, Tangerang," ungkap Archied.

    Meningkatnya pendapatan usaha menyebabkan laba kotor perseroan juga mengalami kenaikan. Perseroan mencatatkan perolehan laba kotor 2019 sebesar Rp1,1 triliun, naik 12,5 persen dibandingkan 2018 yang mencapai Rp1 triliun.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id