Revitalisasi Lapangan Banteng

Terinspirasi Monumen Irian Barat yang Kesepian

Rizkie Fauzian - 17 April 2018 17:20 wib
Lapangan banteng kini punya kolam air mancur dengan tempat duduk
Lapangan banteng kini punya kolam air mancur dengan tempat duduk model amphitheater. Antara Foto/Andika Wahyu

Jakarta: Foto kondisi Taman Lapangan Banteng hasil revitalisasi yang beredar di media sosial, mengundang decak kagum. Kecuali monumen Pembebasan Irian Barat, taman yang pada jaman old pernah identik dengan prostitusi pria serta lapak tanaman dan ikan hias itu benar-benar berubah total.

Sejak tahun lalu, proyeknya berlangsung tanpa banyak woro-woro di media massa. Prosesnya kini sedang tahap akhir dan dijadwalkan selesai pertengahan Mei nanti, mundur beberapa pekan dari target awal.

"Satu bulan dari sekarang selesai. Kita sedang ngejar finishing," kata Yori Antar, salah seorang arsitek dari HAP Architects kepada medcom.id.

Yori Antar adalah satu dari beberapa arsitek yang ditugaskan menyusun desain terbaru dari Lapangan Banteng. Di dalam tahan perancangan, fokus tim adalah monumen Pembebasan Irian Barat yang dinilai tidak banyak diketahui masyarakat.

Padatnya kegiatan di lapangan seluas 12 hektar tersebut juga tidak 'melibatkan' monumen sejarah bangsa itu. "Dia (patung) seperti kesepian di tengah hiruk pikuk sekitar Lapangan Banteng yang tertutup pepohonan. Kok seolah-olah sengaja buat dilupakan," papar Yori

Maka misi dari revitalisasi adalah re-branding terhadap ruang terbuka hijau tersebut. Monumen ditonjolkan sebagai pusat perhatian Lapangan Banteng yang sekaligus mengingatkan kembali sejarah perjuangan bangsa dalam membebaskan wilayah Irian Barat dari pendudukan Belanda.

"Maka Kehadiran monumen sangat penting sebab bagian dari sejarah bangsa merebut hati Papua jadi bagian NKRI," papar Yori.

Suasana proyek revitalisasi kompleks Monumen Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Senin (9/4/2018). Kini tempat bersejarah tersebut dilengkapi dengan kolam air mancur dan tempat duduk luar ruang model amphitheater.  Masyarakat mengenal tempat yang dikelilingi Kantor @kemenkeuri @kemenag_ri dan @hotelborobudurjakarta ini dengan nama Lapangan Banteng. Pada masa pendudukan Jepang dan perang kemerdekaan, namanya adalah Lapangan Ikada. Antara Foto/Andika Wahyu #lapanganbanteng #monumenpembesanirianbarat #amphitheater

A post shared by Metrotv Indonesia (@metrotv) on





 


(LHE)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.