Triniti Land Catatkan Nama di Bursa Efek

    Antara - 15 Januari 2020 12:31 WIB
    Triniti Land Catatkan Nama di Bursa Efek
    Pengembang properti kembali catatkan nama di Bursa Efek. Foto: MI/Mohamad Irfan
    Jakarta: Perusahaan properti PT Perintis Triniti Properti Tbk (Triniti Land) resmi mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten dengan kode TRIN tersebut menjadi emiten baru keenam di tahun ini.

    President & CEO Triniti Land Ishak Chandra mengatakan masuk ke bursa merupakan langkah awal untuk membawa Triniti Land ke level yang lebih tinggi.

    "IPO akan menjadi modal dasar agar perusahaan lebih profesional dan transparan karena sekarang masyarakat akan menjadi pengawas perusahaan kami," ujar Ishak.

    Triniti Land akan tergabung dalam sektor properti, real estat, dan konstruksi bangunan. Serta tercatat di papan utama dalam papan pencatatan saham.

    Tingginya animo investor membuat saham TRIN mengalami kelebihan pemesanan (oversubscribed) hingga 3,17 kali secara total dan 218 kali dari penawaran umum atau pooling.

    Triniti Land melepas sebanyak-banyaknya 1,09 miliar saham atau sebanyak-banyaknya 25 persen dari jumlah seluruh modal disetor perseroan setelah penawaran umum perdana dan konversi Mandatory Convertible Bond (MCB), dengan harga penawaran perdana saham TRIN adalah sebesar Rp200 per saham.

    Triniti Land memperoleh pendanaan sebesar Rp129,7 miliar dan juga melakukan konversi MCB sebesar Rp88,9 miliar lewat aksi korporasi tersebut.

    Ishak menuturkan Triniti Land akan menggunakan keseluruhan dana IPO untuk melakukan ekspansi dengan memberikan pinjaman kepada entitas anak, yaitu PT Triniti Menara Serpong (TMS) yang selanjutnya akan digunakan untuk tambahan modal kerja dan pembangunan proyek Apartemen Collins Boulevard sebesar 35 persen.

    Sisanya, sebesar 35 persen akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada entitas anak, yaitu PT Puri Triniti Batam (PTB) yang selanjutnya akan digunakan untuk modal kerja dan pembangunan proyek Marc’s Boulevard.

    Sisanya, sebesar 30 persen akan digunakan untuk biaya pengembangan dan modal kerja perseroan yang berupa biaya operasional perseroan.

    Dalam perdagangan saham perdana, TRIN tercatat naik 140 poin atau 70 persen menjadi Rp340 per saham, alias menyentuh batas atas auto rejection.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id