Rumah Rp1,5 Miliar Masih Dilirik Konsumen selama Pandemi

    Rizkie Fauzian - 26 Oktober 2020 14:43 WIB
    Rumah Rp1,5 Miliar Masih Dilirik Konsumen selama Pandemi
    Rumah dengan harga Rp1,5 miliar masih dilirik konsumen selama pandemi. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Meski masih dilanda pandemi covid-19, namun pasar properti masih tumbuh positif. Hal tersebut menjadi bukti bahwa minat konsumen terhadap properti masih ada.

    CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan sebanyak 68,09 persen konsumen menyatakan masih berminat untuk membeli properti meski di tengah kondisi pandemi. Sebanyak 51,06 persen masih melirik properti rumah.

    "Saat ini tren pembelian properti didominasi oleh rumah untuk segmen menengah yang harganya mencapai kisaran Rp1,5 miliar. Rentang harga itu paling banyak dicari konsumen," ujar Ali, Senin, 26 Oktober 2020.

    Salah satu proyek properti milik Lippo Karawaci adalah Cendana Homes yang memiliki konsep permukiman hijau. Hunian ini merupakan proyek kedua setelah peluncuran klaster sebelumnya pada Juli.

    Proyek yang diluncurkan Lippo itu yang ditunggu oleh segmen menengah. Dengan rentang harga Rp600 jutaan hingga Rp1,5 miliar, Lippo Karawaci dinilai sangat jeli melihat pasar.

    Ali menilai keberhasilan Lippo menjual rumah tapak karena strategi yang tepat sehingga bisa mengalami permintaan yang tinggi. Apalagi, pasokan rumah tapak, dari sisi supply memang kurang.

    Data IPW menyebutkan rentang harga yang diminati berkisar antara Rp500 juta sampai Rp1 miliaran sebesar 29,79 persen, diikuti Rp300 juta sampai Rp500 juta sebesar 28,72 persen, Rp1 sampai Rp3 miliar sebesar 23,40 persen, di bawah Rp 300 juta sebesar 10,64 persen, dan sebesar 7,45 persen untuk properti harga di atas Rp3 miliar.

    Ali menjelaskan, karena pasar saat ini sangat volatile, juga bisa terjadi berbagai kemungkinan, misalkan konsumen yang dulu ingin membeli properti seharga di atas Rp1,5 miliaran, sekarang diperkirakan memilih segmen harga yang lebih rendah di kisaran Rp500 juta sampai Rp1,5 miliar.

    Selain itu, lokasinya dinilai paling strategis karena bersentuhan langsung dengan akses tol Jakarta-Merak. Banyak masyarakat yang tinggal di ujung barat Jakarta yang akan tertarik untuk mendekat di daerah kerjanya di Jakarta.

    Berdasarkan riset yang dilakukan IPW, di kawasan Banten terjadi lonjakan permintaan hunian hingga dua kali lipat. Selama ini pasokan properti banyak berasal dari segmen atas dan segmen bawah. Sementara itu, segmen menengah kurang.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id