Ketersediaan Lahan Jadi Tantangan Sektor Perumahan

    Rizkie Fauzian - 23 Februari 2021 21:55 WIB
    Ketersediaan Lahan Jadi Tantangan Sektor Perumahan
    Keterbatasan lahan jadi masalah sektor perumahan. Foto: Kementerian PUPR



    Jakarta: Permasalahan bidang perumahan di Indonesia memerlukan koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan yang bergerak di sektor perumahan.

    Untuk itu pemerintah terus berupaya menggandeng peran aktif dari kementerian/lembaga, asosiasi pengembang, sektor swasta, dan masyarakat untuk mencari solusi masalah perumahan.






    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan program perumahan adalah satu program strategis nasional yang dilaksanakan pemerintah untuk menyediakan hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    "Program perumahan tetap penting untuk diperhatikan dan menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Februari 2021.

    Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan negara wajib menyediakan hunian yang layak huni. Tapi negara memerlukan dukungan dan sinergi antar pemangku kepentingan bidang perumahan untuk menangani masalah perumahan.

    "Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan guna mengejar backlog perumahan yang setiap tahun terus bertambah," jelasnya.

    Menurut Khalawi, untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakatnya, pemerintah terus mendorong pelaksanaan Program Sejuta Rumah.

    Selain itu juga memperluas akses masyarakat terhadap tempat tinggal yang layak yang dilengkapi dengan sarana, parasarana dan utilitas yang memadai secara berkeadilan.

    "Program Sejuta Rumah itu merupakan gerakan untuk mengajak seluruh stakeholder perumahan untuk membangun rumah sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat. Saat ini jumlah rumah dan kebutuhan masyarakat tidak seimbang,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Khalawi menerangkan ada beberapa permasalahan mendasar yang sering dihadapi dalam program perumahan. Pertama adalah keterbatasan lahan khususnya diperkotaan.

    Kebanyakan lahan diperkotaan yang ada saat ini dikuasai oleh para pengembang besar dan peruntukkannya bukan untuk hunian. Hal itu juga membuat pengembang yang ingin membangun rumah bersubsidi mengalami kesulitan karena harga lahan di perkotaan yang tidak terjangkau.

    "Hampir lebih dari 90 persen lahan atau tanah di perkotaan itu dikuasai pengembang besar. Sedangkan pengembang yang kecil memiliki lahan di daerah pinggiran. Kami berharap dukungan dari para pengembang untuk melaksanakan pembangunan hunian berimbang sehingga ketersediaan hunian layak di perkotaan juga dapat terpenuhi," jelasnya.

    Permasalahan kedua adalah ketidaktersediaan basis data perumahan. Pemerintah daerah diharapkan memiliki basis data perumahan yang baik sehingga pemerintah dapat mengetahui secara pasti berapa jumlah kebutuhan rumah masyarakat di tiap daerah.

    "Permasalahan lainnya adalah alokasi anggaran perumahan yang tidak sesuai serta belum optimalnya pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, Kementerian PUPR terus menggenjot penyaluran dana Bantuan Stimulan Perumahan Swdaya (BSPS) atau bedah rumah, membangun rumah susun, rumah khusus dan pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) perumahan serta  memberikan sosialisasi dan pendampingan ke Pemda untuk mengatasi hal tersebut," ujarnya.

    Ke depan, imbuh Khalawi, pemerintah akan menyalurkan bantuan perumahan baik melalui skema bantuan pembiayaan perumahan bagi masyarakat maupun pemanfaatan teknologi dan inovasi perumahan serta pengembangan Program BSPS dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk sektor perumahan.

    "Kami berharap Program Sejuta Rumah ini bisa terus ditingkatkan dan didukung karena perumahan adalah salah satu kebutuhan pokok dasar masyarakat selain sandang dan pangan," pungkasnya.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id