Bank Tanah dan Fungsinya

    Rizkie Fauzian - 13 Oktober 2020 20:46 WIB
    Bank Tanah dan Fungsinya
    Bank Tanah dukung program Reforma Agraria. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Undang-Undang Cipta Kerja mengenalkan istilah baru dalam pertanahan di Indonesia, yakni bank tanah.

    Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil mengatakan bahwa bank tanah bukanlah istilah baru.

    "Bank tanah ini istilah saja. Istilah ini sangat familiar dalam industri properti dan perkebunan, ini merupakan istilah yang sangat mereka mengerti," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Misalnya, dalam suatu perusahaan properti, suatu perusahaan memiliki banyak tanah kosong, itu disebut bank tanah. Kemudian perusahaan perkebunan, mereka punya tanah kosong 2.000 hektare, ini juga disebut bank tanah.

    Sofyan menambahkan bahwa bank tanah dalam UU Cipta Kerja ini adalah tujuannya supaya negara memiliki tanah, bisa menguasai tanah, dengan otoritas yang ada melalui Kementerian ATR.

    "Di luar negeri BPN biasa disebut national land authority atau otoritas pertanahan nasional. Harusnya punya dua fungsi, yakni regulator pertanahan/land regulator, yang fungsinya untuk mengatur hak milik, memberikan sertipikat tanah. Lalu, kita kenal juga land manager/pengelola pertanahan," ujarnya.

    "Sayangnya, Kementerian ATR hanya memiliki fungsi sebagai land regulator, sementara land manager tidak ada. Akibatnya sekarang, tidak memiliki tanah," katanya.

    Kepentingan umum yang dimaksud di sini adalah untuk kepentingan umum, Reforma Agraria. Misalnya, Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan ada batas waktunya, setelah habis masanya akan diambil alih oleh negara, oleh Bank Tanah.

    "Ini akan digunakan untuk kepentingan negara, misalnya untuk membuat rumah rakyat," jelasnya.

    Tujuan negara mendirikan Bank Tanah ini adalah menampung tanah yang tak bertuan, yang masa Hak Guna Bangunan dan Hak Guna Usahanya habis kemudian akan digunakan untuk kepentingan umum.

    "Peruntukan tanah-tanah tersebut jelas untuk kepentingan umum, misalnya selain rumah rakyat, untuk lapangan bola, taman, kemudian untuk kepentingan sosial serta kepentingan yang pro ekonomi," ujar Sofyan.

    Bank tanah juga akan mengakomodir program Reforma Agraria. Tanah Reforma Agraria ini berasal dari Hak Guna Usaha yang sudah habis.

    "Tanah tersebut diredistribusikan kepada petani atau masyarakat yang membutuhkan, contoh Reforma Agraria dengan redistribusi tanah ini akan dilaksanakan di Kabupaten Garut serta Kabupaten Cianjur dalam waktu dekat ini," ungkapnya.

    Bank Tanah, merupakan fungsi pengelolaan pertanahan (land manager) yang dipembentukannya diinsiasi melalui UU Cipta Kerja.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id