Konsep Hunian Sewa Dinilai Paling Cocok untuk Milenial

    Rizkie Fauzian - 20 Juni 2019 10:07 WIB
    Konsep Hunian Sewa Dinilai Paling Cocok untuk Milenial
    Konsep hunian sewa yang paling pas untuk generasi milenial. (Foto: Shutterstock)
    Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merancang skema rumah bagi generasi milenial. Hal tersebut karena jumlah milenial diperkirakan mencapai 81 juta.

    "Ini lagi digodok skemanya, nanti tunggu yang tepat. Karena jumlah generasi milenial sangat tinggi sekali jadi harus dipikirkan," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu, 19 Mei 2019.

    Menurut Khalawi, saat ini Kementerian PUPR tengah membahasnya dengan lima pilar, yakni dari pihak akademisi, swasta, komunitas, dan lainnya untuk membahas skema tersebut.

    "Ini sedang dibahas oleh tim lima pilar yang dikelompokkan untuk menyusun konsep ke depan pembangunan perumahan. Konsepnya nanti ada tiga kluster," katanya.

    Khalawi mengatakan program rumah bagi generasi milenial ini diarahkan ke rumah vertikal atau rumah sederhana bersubsidi. Terdapat tiga klaster milenial yang dikaji, pertama adalah milenial pemula yang berusia 25-29 tahun, baru bekerja atau masih mencari pekerjaan, dan belum menikah.

    Klaster kedua adalah milenial berkembang yang berusia 30-35 tahun dan sudah berkeluarga. Klaster ketiga adalah milenial berusia di atas 35 tahun yang sudah memiliki pekerjaan tetap dan kemajuan finansial.

    "Klaster  disiapkan rumah sewa vertikal yang dekat dengan simpul transportasi. Klaster kedua berupa hunian tipe 36 dengan 2 kamar tidur. Sementara klaster ketiga silakan beli sendiri menyesuaikan dengan selera dan gajinya,” ujar Khalawi.

    Khalawi menambahkan, hunian sewa yang paling pas untuk generasi milenial karena sifat mereka yang dinamis dan konsumtif. "Di pusat kota yang inginnya full WiFi. Jadi mereka kehidupannya yang seperti itu," ungkapnya.

    "Tapi saya kira rumah sewa itu paling tepat untuk mereka. Ya rusun sewa, namanya rusun atau apartemen sewa yang memang subsidi. Kita akan coba apakah bisa dikerjasamakan dengan pemerintah daerah yang punya lahan," ujar Khalawi.

    Sementara dari pembiayaan, konsepnya akan sama seperti rumah subsidi lainnya. Namun, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh milenial tersebut antara lain memiliki penghasilan atau kriteria masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    "Kalau dia mau rumah milik, kita mensubsidi. Mereka penghasilannya masuk kriteria MBR. Kalau penghasilannya tentatif tinggi ya enggak bisa. Tapi enggak semua Milenial. Makanya saya tekankan tadi, milenial yang pemula. Baru lulus, belum punya penghasilan. Kita siapkannya rumah sewa, rumah susun. Kalau penghasilannya sudah melampaui MBR tapi belum mampu beli secara cash, ya kita kasih subsidi. Tapi kalau sudah maju ya beli sendiri saja,” katanya.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id