Bunga KPR Tinggi Jadi Penyebab Penjualan Rumah Turun

    Rizkie Fauzian - 13 Mei 2020 17:40 WIB
    Bunga KPR Tinggi Jadi Penyebab Penjualan Rumah Turun
    Bunga KPR tinggi jadi penyebab turunnya penjualan rumah. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Penjualan properti residensial di pasar primer mengalami penurunan secara triwulan. Pada triwulan I-2020, penjualan rumah turun -30,53 persen atau lebih dalam dari kontraksi -16,33 persen.

    Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia menunjukkan penjualan rumah menurun disebabkan oleh suku bunga KPR yang dirasa masih cukup tinggi. Sebanyak 17,9 persen responden menjawab suku bunga KPR jadi penghambat.

    Rata-rata suku bunga KPR pada triwulan I-2020 (data laporan bulanan bank umum per Maret 2020) sebesar 8,92 persen, atau turun dibandingkan sebelumnya di angka 9,12 persen pada triwulan IV-2020.

    Selain suku bunga KPR yang masih tinggi, sebanyak 15,8 persen responden mengungkap bahwa faktor lain yang menjadi penyebab penjualan properti residensial turun adalah kondisi darurat bencana akibat covid-19.

    Faktor lainnya yakni perizinan atau birokrasi sebanyak 15,5 persen, kenaikan harga bahan bangunan sebanyak 15,3 persen, dan 13,8 persen responden merasa uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR menjadi penyebab turunnya penjualan rumah.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id