Kebijakan Pemerintah Harus Jadi Titik Balik Kebangkitan Properti

    Media Indonesia - 04 Agustus 2020 10:57 WIB
    Kebijakan Pemerintah Harus Jadi Titik Balik Kebangkitan Properti
    Pemerintah gelontorkan sejumlah kebijakan untuk mendorong pertumbuhan properti. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Pandemi virus korona (covid-19) telah memukul beberapa sektor ekonomi, termasuk properti. Untuk itu pemerintah menggelontorkan sejumlah kebijakan untuk mendorong pertumbuhan properti.

    Beberapa insentif yang mendukung pemulihan sektor properti antara lain, subsidi selisih bunga dan bantuan uang muka untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan relaksasi pajak PPh 21 dan PPh 25 untuk berbagai sektor industri, termasuk konstruksi dan real estat.

    Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Properti Hendro S Gondokusumo mengatakan pandemi covid-19 telah memukul sektor properti di Tanah Air. Bahkan, pandemi ini membuat perekonomian dunia terkontraksi sangat dalam.

    "Saat ini, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan hanya berkisar -5,2 persen pada 2020," kata Hendro saat menjadi pembicara kunci dalam CEO & Leader Forum Webinar 2020, Selasa, 4 Agustus 2020.

    Hendro mengatakan kondisi serupa juga terjadi di Indonesia. Pada kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi nasional -5,08 persen, angka itu lebih rendah daripada proyeksi semula yakni -4,3 persen.

    Kontraksi ekonomi ini, lanjut dia, membuat para investor dan konsumen menunda membeli properti. Mereka menunggu sampai wabah korona

    "Namun, dalam situasi pandemi ini, kita perlu berani melangkah untuk perubahan, tidak ada yang bisa memprediksi kapan hal ini akan berakhir. Itu sebabnya setiap gerakan positif dari pemerintah diperlukan untuk mendorong ekonomi," jelas dia.

    Menurut Hendro, industri properti di Indonesia mampu memacu pendukung lain. Sektor ini memberikan 2,75 persen terhadap PDB nasional.

    "Maka, sangat penting bagi pemerintah untuk memperhatikan sektor ini, termasuk salah satunya undang-undang omnibus. Undang-undang omnibus dan kebijakan-kebijakan lain yang sangat dinanti-nantikan harus menandai titik balik bagi sektor properti Indonesia hingga tahun depan dan sisa dasawarsa ini," tambah dia.

    Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo, menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 0,5 persen pada 2020 berdasarkan proyeksi IMF.

    Sektor properti menjadi salah satu lini perekonomian dengan exposure yang rendah sehingga diperkirakan bisa pulih pada 2021. Wahyu mengatakan pemerintah telah menerbitkan kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi dalam masa covid-19.

    Sebanyak Rp394,75 triliun telah dianggarkan untuk membantu sektor UMKM, insentif usaha sektoral, kementerian/lembaga (K/L) dan pemda, dan korporasi.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id