SiKumbang Mencatat Ada 10 Ribu Lokasi Rumah Subsidi

    Rizkie Fauzian - 19 Juni 2020 10:54 WIB
    SiKumbang Mencatat Ada 10 Ribu Lokasi Rumah Subsidi
    Aplikasi SiKumbang memudahkan masyarakat mencari hunian. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempermudah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mencari hunian melalui dua aplikasi, yakni Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) dan Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep).

    SiKumbang bertugas untuk menyiapkan semua data perumahan yang akan dipilih oleh MBR, pintu ketiga adalah diperuntukkan bagi perbankan yang melakukan verfikasi dengan sistem host to host. Sementara SiKasep memberikan informasi terkait rumah subsidi di seluruh daerah.

    Dalam sistem SiKumbang, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP)  secara real time mampu menyajikan data hunian kepada masyarakat berupa peta hunian yang tersedia, sedang dibangun, dan sudah terjual yang disajikan dalam berbagai warna.

    Warna kuning memperlihat perumahan yang masih tersedia, warna hitam untuk perumahan komersil dan warna merah untuk kavling perumahan yang telah terjual. Sehingga dipastikan masyarakat yang mengakses aplikasi SiKasep tidak akan kesulitan dalam memilih rumah idamannya.

    Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin menjelaskan inovasi yang dikembangkan tersebut merupakan salah satu percepatan kesediaan hunian dalam mempertemukan supply dan demand.

    "Kita fokus pada berapa besarnya supply hunian, hingga saat ini potensi dan dukungan aktif para asosiasi pengembang sangat luar biasa dalam memberikan data. Sehari rata-rata lebih dari seribu hunian didaftarkan di aplikasi ini," katanya dikutip dari laman resmi, Jumat, 19 Juni 2020.

    Tercatat per 18 Juni 2020, jumlah lokasi yang terdaftar pada aplikasi SiKumbang telah mencapai 10.408 lokasi, dengan lokasi yang lolos pengecekan sebanyak 3.273 lokasi dan 1.367 lokasi masih menunggu pengecekan.

    Sebanyak 9.547 lokasi data terintegrasi dengan SiKasep (bisa akad) dan 12.193 pilihan rumah yang tersedia. Sedangkan data yang perlu dilakukan revisi oleh pengembang adalah sebanyak 4.908 lokasi.

    Adapun hal-hal yang menyebabkan proses pendaftaran tersebut perlu direvisi lagi akibat siteplan latar tidak sesuai, pengesahan siteplan tidak sesuai, tanggal terbit IMB (Izin Mendirikan Bangunan) tidak sesuai, nomor IMB tidak sesuai, dan pengesahan IMB tidak sesuai.

    "Untuk meminimalisir kesalahan yang dilakukan pengembang dalam menginput data rumah dan kavling perumahan di SiKumbang, PPDPP aktif melakukan pelatihan dalam penginputan data," jelasnya.

    Sementara masyarakat yang tercatat di SiKasep sebanyak 174.210 masyarakat terdaftar sebagai user calon debitur pada SiKasep dengan 142.897 user telah lolos subsidi checking dan sebanyak 67.982 masyarakat telah menerima FLPP.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id