Kinerja Properti Diyakini Menggeliat di 2020

    Husen Miftahudin - 06 Februari 2020 13:34 WIB
    Kinerja Properti Diyakini Menggeliat di 2020
    Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Widi Agustin - - Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) optimistis permintaan masyarakat terhadap properti mengalami perbaikan signifikan di 2020. Pasalnya, ekonomi domestik diperkirakan membaik, dan bank sentral juga memberikan dukungan dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan.

    Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Widi Agustin menyebutkan Bank Indonesia telah melonggarkan rasio nilai pinjaman atau loan to value (LTV) untuk pembiayaan properti sebesar lima persen. Demikian dari sisi kebijakan moneternya, bank sentral telah menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Repo Rate sebanyak 100 basis poin (bps).

    "Outlook properti kami optimistis akan semakin baik di 2020 karena kondisi perekonomian semakin baik dan sejumlah kebijakan sudah dikeluarkan. Ini nanti mudah-mudahan tercermin juga di suku bunga kredit perbankannya," ujar Widi dalam Property Outlook 2020 di Sopo Del Tower, Jalan Mega Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020.

    Selain itu, Bank Indonesia juga memangkas giro wajib minimum (GWM) bank konvensional dan bank syariah sebesar 50 bps. Penurunan instrumen ini diharapkan berdampak positif pada peningkatan likuiditas perbankan sehingga mampu meningkatkan gairah sektor properti dari sisi pembiayaan.

    "Artinya, amunisi bank sudah besar untuk memberikan kredit. Ini sekarang tinggal bagaimana industri (properti) merespons kondisi ini," harapnya.

    Bank Indonesia juga memproyeksikan tingkat inflasi pada 2020 ini berada di kisaran tiga persen plus minus satu persen. Kemudian menjaga tingkat defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) di level 2,5-3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

    "Dengan outlook yang semakin baik, kita berharap pertumbuhan kredit di 10-12 persen, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan di 8-10 persen," jelas Widi.

    Sekjen DPP Real Estat Indonesia (REI) Amran Nukman mengakui kinerja properti masih mengalami pertumbuhan yang stagnan. Di 2019 misalnya, sektor properti tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi domestik.

    "Kinerja properti di 2019 tumbuh di bawah lima persen. Ini terus mengalami penurunan sejak 2013," ungkap Amran.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id